PROKAL.CO, BALIKPAPAN –Ramadan jadi momentum mempererat silaturahmi antarsesama.
Seperti yang juga dilakukan manajemen PT Astra Agro Lestari Tbk. (Astra Agro) dengan awak media di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), yang menggelar diskusi santai dan buka puasa bersama di Selaut Seafood Balikpapan, Selasa (10/3/2026).
Agenda ini juga menjadi wadah bagi perusahaan untuk menyampaikan berbagai inisiatif keberlanjutan yang dijalankan di wilayah operasional, termasuk program pemberdayaan masyarakat di Kaltim.
Community Development Manager (CDM) Astra Agro Area Kaltim, Arifin, mengatakan keberadaan media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Menurutnya, hubungan yang terbuka dan konstruktif antara perusahaan dan media perlu terus dijaga sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi yang utuh dan berimbang.
“Media memiliki peran strategis dalam menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat. Karena itu kami berharap komunikasi yang sudah terjalin dapat terus diperkuat,” ujar Arifin.
Ia menambahkan, Astra Agro memandang keberlanjutan sebagai bagian penting dalam menjalankan kegiatan usaha.
Perusahaan tidak hanya berfokus pada kinerja bisnis, tetapi juga pada kontribusi sosial dan lingkungan.
“Perusahaan harus mampu tumbuh bersama masyarakat di sekitarnya. Karena itu setiap kegiatan operasional diupayakan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” katanya.
Komitmen tersebut juga sejalan dengan Sustainability Aspirations Astra Agro yang dijalankan melalui strategi 3P Roadmap yang berfokus pada portfolio, people, dan public contribution.
Sementara itu, Asisten Sustainability bidang CSR Area Kaltim, Zakaria, menjelaskan berbagai program pemberdayaan masyarakat terus dijalankan sebagai bagian dari implementasi komitmen keberlanjutan perusahaan.
“Program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) kami dirancang agar memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan, program TJSL Astra Agro dijalankan melalui empat pilar utama.
Yakni, Astra Kreatif (pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal), Astra Sehat (peningkatan akses dan layanan kesehatan), Astra Cerdas (peningkatan kualitas pendidikan), serta Astra Hijau (pelestarian lingkungan).
Pada sektor ekonomi, perusahaan melakukan pendampingan kepada UMKM, Pokdakan, kerja sama kemitraan supplier lokal dan kontraktor lokal, kemitraan TBS luar, kelompok tani, dan kelompok nelayan melalui bantuan permodalan, penyediaan sarana produksi.
Juga penguatan manajemen usaha dan pemasaran guna mendorong peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Di bidang kesehatan, Astra Agro menjalankan berbagai program penguatan Posyandu melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita.
Kunjungan pemeriksaan lansia, pelatihan kader kesehatan, serta edukasi kesehatan sebagai langkah promotif dan preventif untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.
Perusahaan juga memberikan dukungan pada sektor pendidikan melalui pemberian insentif bagi tenaga pengajar, bantuan beasiswa, peningkatan kompetensi guru, hingga pembinaan SMK Bisa.
Ada juga magang guru, magang siswa maupun mahasiswa, bantuan KBM, serta bantuan sarana pembelajaran untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah sekitar wilayah operasional.
Sementara pada aspek lingkungan, perusahaan menjalankan berbagai inisiatif.
Seperti edukasi pengelolaan sampah, pengurangan penggunaan plastik, bantuan fasilitas air bersih, pembinaan dan pendampingan bank sampah unit, penghijauan serta kegiatan restorasi sungai yang turut mendukung aktivitas masyarakat.
Berbagai inisiatif tersebut diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan, serta memperkuat kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan.
Melalui semangat silaturahmi ini, Astra Agro optimistis hubungan harmonis dengan para pemangku kepentingan akan terus terjaga, sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan sinergi bumi dan manusia, untuk satu Indonesia. (*)
Editor : Faroq Zamzami