Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Investasi Kaltara 2025  Tembus Rp 27,4 Triliun, Tak Capai Target Karena Hal Ini

Redaksi Prokal • 2026-03-11 10:30:00

ILUSTRASI: Hingga akhir tahun 2025 realisasi yang tercapai masih berada di bawah target investasi yang ditetapkan BKPM. (HRK)
ILUSTRASI: Hingga akhir tahun 2025 realisasi yang tercapai masih berada di bawah target investasi yang ditetapkan BKPM. (HRK)

 

TANJUNG SELOR – Sektor penanaman modal di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mencatatkan rapor yang cukup signifikan sepanjang tahun 2025 dengan total realisasi investasi menyentuh angka Rp 27,4 triliun. Meski angka ini tergolong besar bagi provinsi termuda di Kalimantan, capaian tersebut baru memenuhi sekitar 72 persen dari target ambisius yang ditetapkan oleh pemerintah pusat melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, Rahman Putrayani, membeberkan bahwa target yang dipatok oleh pusat sebenarnya berada di kisaran Rp 37 triliun. Namun, berbagai faktor eksternal membuat realisasi di lapangan belum mampu mengejar angka tersebut hingga tutup tahun. Walau demikian, jika disandingkan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang mematok target Rp 35 triliun, performa investasi Kaltara dianggap masih berada dalam jalur yang positif dengan pencapaian di atas 80 persen.

Rahman mengungkapkan bahwa tidak tercapainya target pusat salah satunya dipicu oleh kondisi ekonomi dunia yang sedang tidak menentu. Gejolak geopolitik internasional dan perang dagang antarnegara besar telah menciptakan situasi yang ia sebut sebagai "anomali," di mana para pemilik modal cenderung bersikap sangat hati-hati.

"Kondisi geopolitik global saat ini, termasuk dinamika perang dagang antara negara-negara besar, membuat banyak investor mengambil sikap wait and see atau menunggu situasi stabil sebelum benar-benar mengucurkan modalnya," jelas Rahman.

Kondisi ini, menurutnya, bukan hanya menjadi tantangan bagi Kaltara, tetapi juga dirasakan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Ketidakpastian kebijakan global memaksa arus investasi sedikit tersendat. Kendati dihantam tantangan eksternal, DPMPTSP Kaltara tetap memasang sikap optimistis untuk tahun 2026. Pemerintah daerah kini semakin gencar memperkuat daya tarik wilayah dengan menyederhanakan proses perizinan dan meningkatkan kualitas pelayanan demi memastikan para investor kembali percaya diri menanamkan modalnya di Bumi Benuanta. (*)

Editor : Indra Zakaria