BALIKPAPAN- Menghadapi gelombang arus mudik Lebaran 2026 yang kian dekat, PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Balikpapan mengambil langkah strategis dengan menambah kekuatan armada kapal penumpang. Langkah ini diambil guna merespons tingginya tingkat okupansi dan minat masyarakat yang memilih jalur laut sebagai moda transportasi utama untuk pulang ke kampung halaman.
Kepala Cabang PELNI Balikpapan, Ridwan Mandaliko, mengungkapkan bahwa pada periode mudik tahun ini, jumlah kapal yang beroperasi di Balikpapan ditambah menjadi lima unit, dari yang sebelumnya hanya tiga kapal pada kondisi reguler. "Tahun ini kami menambah dua kapal ekstra. Jadi, total ada lima kapal yang siap melayani penumpang di Balikpapan," jelas Ridwan di Balikpapan, Sabtu (14/3/2026). Armada yang disiagakan meliputi KM Dorolonda, KM Bukit Siguntang, KM Lambelu, KM Dobonsolo, hingga KM Sinabung.
Fokus utama penambahan frekuensi pelayaran diarahkan pada rute Balikpapan–Surabaya yang tercatat sebagai jalur terpadat. Jika pada hari biasa kunjungan kapal ke Surabaya hanya satu hingga dua kali dalam sebulan, khusus periode mudik kali ini, PELNI meningkatkan intensitasnya secara drastis menjadi tujuh kali kunjungan. Peningkatan ini diharapkan dapat mengurai potensi penumpukan penumpang di pelabuhan.
Meskipun terdapat penambahan frekuensi dan prediksi kenaikan penumpang sebesar 5 hingga 6 persen, PELNI menegaskan tetap memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan. Pembatasan kapasitas tetap diberlakukan sesuai kebijakan Kementerian Perhubungan, dengan batas dispensasi penumpang di angka 40 hingga 42 persen dari total kapasitas kapal. Melalui persiapan matang ini, PELNI optimistis dapat mengakomodasi lonjakan pemudik sekaligus memastikan perjalanan melintasi laut berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.(*)
Editor : Indra Zakaria