Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Patahkan Isu Resesi, Menkeu Purbaya Pastikan Fondasi Ekonomi Nasional Sangat Sehat

Redaksi Prokal • 2026-03-16 12:47:10

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan bantahan keras terhadap opini negatif yang menyebut ekonomi Indonesia tengah menuju jurang resesi. Dalam sidang kabinet paripurna bersama Presiden Prabowo Subianto, Menkeu menegaskan bahwa data objektif di lapangan justru menunjukkan arah sebaliknya, yakni akselerasi kuat pada sektor manufaktur dan konsumsi masyarakat.

Salah satu indikator utama yang disoroti adalah Purchasing Manager Index (PMI) manufaktur bulan Februari yang melonjak ke level 53,8. Angka ini merupakan rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, yang menandakan ekspansi sektor industri tetap solid. Menkeu Purbaya pun menyentil narasi skeptis dari sejumlah pengamat yang viral di media sosial.

"Sengaja saya sampaikan di sini karena di luar banyak yang bilang kita sudah resesi, Pak. Ekonom-ekonom yang agak aneh itu bilang kita sudah resesi tinggal hancurnya. Padahal, PMI kita naik ke level yang sangat tinggi," tegas Purbaya, Jumat (13/3).

Ketangguhan ekonomi domestik juga tercermin dari angka keyakinan konsumen yang berada di level 125,2, serta pertumbuhan penjualan mobil yang melonjak hingga 12,2 persen pada Februari lalu. Selain itu, data Mandiri Spending Index dan penjualan ritel terus menunjukkan tren menanjak, membuktikan daya beli masyarakat masih terjaga di tengah fluktuasi global.

Kepercayaan dunia internasional pun dinilai tetap stabil. Di tengah kondisi global yang tidak menentu, aliran modal asing (capital flow) terpantau tetap mengalir masuk ke pasar saham dan instrumen SRBI hingga Maret 2026. Menkeu menambahkan bahwa inflasi pun masih terkendali; jika faktor teknis subsidi listrik tahun lalu dikesampingkan, inflasi riil Indonesia sebenarnya hanya berada di kisaran 2,59 persen.

Dengan sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang solid, serta penyaluran kredit yang menembus angka 10 persen, pemerintah optimistis momentum pertumbuhan ini akan terus berlanjut. Menkeu Purbaya menegaskan bahwa ekonomi Indonesia jauh dari kondisi "morat-marit" dan masih memiliki ruang yang cukup lebar untuk tumbuh lebih cepat tanpa risiko kelebihan beban (overheating). (*)

Editor : Indra Zakaria