TARAKAN – Antusiasme masyarakat Kalimantan Utara untuk mendapatkan uang kartal anyar menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah menunjukkan tren yang sangat tinggi. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltara mencatat, hingga pekan ketiga Ramadan, realisasi penukaran uang baru telah menembus angka Rp358,5 miliar.
Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltara, Hasiando, menjelaskan bahwa jumlah tersebut merupakan aliran uang keluar (outflow) yang mencakup berbagai denominasi, mulai dari pecahan besar hingga pecahan kecil yang lazim digunakan untuk tradisi "salam tempel" saat Lebaran.
“Total aliran outflow untuk pecahan besar seperti Rp50 ribu dan Rp100 ribu ditambah uang pecahan kecil Rp20 ribu sampai Rp1.000 hingga 11 Maret 2026 sebesar Rp358,5 miliar di Kaltara,” jelas Hasiando (16/3).
Angka ini telah mencapai sekitar 51 persen dari total proyeksi kebutuhan uang tunai masyarakat Kaltara selama Ramadan hingga Idulfitri yang diperkirakan menyentuh Rp701,7 miliar. Mengingat aktivitas ekonomi yang kian meningkat mendekati hari raya, angka tersebut dipastikan akan terus merangkak naik.
Meskipun pemesanan membludak, BI menemukan fenomena di mana sejumlah kuota penukaran yang telah dipesan melalui sistem justru tidak dimanfaatkan oleh masyarakat pada hari yang telah ditentukan. Hal ini disayangkan karena dapat menutup kesempatan bagi warga lain yang juga membutuhkan.
Hasiando menekankan bahwa saat ini mekanisme penukaran uang telah dilakukan secara digital melalui aplikasi atau situs web Pintar milik Bank Indonesia guna menjaga ketertiban dan pemerataan.
“Sistem ini seragam secara nasional. Jadi hanya ada waktu tertentu dan dibagi dalam dua periode. Tidak ada lagi layanan offline, semua harus didaftarkan melalui aplikasi Pintar,” tambahnya.
Dalam layanan resmi ini, setiap orang diberikan batas maksimal penukaran sebesar Rp5,3 juta dengan komposisi pecahan yang sudah ditentukan. BI juga mengimbau keras agar masyarakat menghindari jasa penukaran uang ilegal di pinggir jalan yang mengenakan biaya tambahan, karena praktik tersebut tidak dibenarkan dan berisiko terhadap keaslian uang.
Hingga menjelang masa cuti bersama nanti, BI memastikan ketersediaan stok uang tunai di Kalimantan Utara tetap aman untuk memenuhi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat. (*)
Editor : Indra Zakaria