PROKAL.CO- Tingginya mobilitas masyarakat selama periode arus mudik dan balik Lebaran berdampak langsung pada kondisi ekonomi di Kalimantan Utara (Kaltara). Sektor transportasi, khususnya tarif angkutan udara, tercatat menjadi salah satu penyumbang utama kenaikan inflasi di wilayah tersebut sepanjang Maret 2026, bersanding dengan komoditas bahan pangan.
Berdasarkan data terbaru dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara, inflasi pada bulan Maret tercatat sebesar 0,57 persen (mtm), mengalami peningkatan dibandingkan bulan Februari yang berada di angka 0,47 persen. Sementara itu, secara tahunan, inflasi Kaltara menyentuh angka 3,12 persen (yoy).
Kepala KPwBI Kaltara, Hasiando Ginsar Manik, menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh lonjakan permintaan perjalanan udara yang sangat tinggi selama masa libur panjang. Kondisi tersebut menyebabkan keterbatasan ketersediaan kursi pesawat pada berbagai rute, yang secara otomatis mendorong maskapai menaikkan tarif penerbangan.
“Tingginya mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran mendorong kenaikan tarif penerbangan, sehingga turut memberikan andil terhadap inflasi,” ujar Hasiando, Senin (6/4).
Secara spasial, Kota Tarakan mencatatkan inflasi tertinggi di Kaltara sebesar 0,63 persen (mtm), disusul oleh Kabupaten Nunukan dan Tanjung Selor. Meski demikian, laju inflasi secara keseluruhan masih dapat tertahan berkat adanya penurunan harga pada beberapa komoditas lain. Harga emas perhiasan dilaporkan melandai mengikuti tren global, ditambah dengan pasokan sayuran yang melimpah di pasar lokal.
Pihak Bank Indonesia menegaskan bahwa meskipun terjadi kenaikan, inflasi di Kaltara masih berada dalam batas aman dan terkendali. Hal ini berkat koordinasi intensif yang dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan pasokan barang.
Ke depannya, tekanan inflasi diperkirakan akan mulai mereda seiring dengan berakhirnya euforia arus balik Lebaran dan kembali normalnya aktivitas ekonomi masyarakat. Fokus utama saat ini adalah memperkuat distribusi dan menjaga stabilitas harga pangan guna memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran nasional. (zar/jnr)
Editor : Indra Zakaria