Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jaga Daya Beli, Menhub Dudy Tunda Kenaikan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat

Redaksi Prokal • Selasa, 7 April 2026 - 15:18 WIB
Pesawat Garuda di salah satu bandara di Sumatera.
Pesawat Garuda di salah satu bandara di Sumatera.

PROKAL.CO- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memutuskan untuk menunda pembahasan mengenai kenaikan Tarif Batas Atas (TBA) tiket pesawat. Keputusan ini diambil di tengah tekanan lonjakan harga avtur dunia yang dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah.

Dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (6/4), Menhub menjelaskan bahwa pemerintah saat ini lebih memilih fokus pada penyesuaian harga tiket yang proporsional terhadap harga avtur di pasar global daripada langsung mengubah regulasi TBA.

"Kita sepakat untuk menunda pembicaraan TBA. Yang kita lakukan terlebih dahulu adalah bagaimana menyesuaikan harga tiket berdasarkan harga avtur di global market," ujar Dudy.

Ia mengakui bahwa avtur, nilai tukar kurs, hingga biaya perawatan pesawat merupakan komponen utama pembentuk TBA. Namun, untuk menekan beban operasional maskapai dalam jangka menengah, pemerintah telah menyiapkan kebijakan pembebasan bea masuk 0 persen untuk suku cadang (sparepart) pesawat. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi biaya perawatan yang selama ini cukup tinggi.

Alasan utama penundaan ini adalah menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah ingin memastikan transportasi udara tetap dapat diakses oleh publik dengan harga yang relatif terjangkau meski situasi ekonomi global sedang tidak menentu.

Sebelumnya, pengamat penerbangan Alvin Lie mendesak Kementerian Perhubungan untuk segera mengambil keputusan tegas. Alvin memperingatkan bahwa tanpa adanya kebijakan kompensasi seperti kenaikan fuel surcharge atau penyesuaian tarif, maskapai penerbangan berpotensi menanggung kerugian hingga miliaran rupiah per hari akibat melambungnya harga bahan bakar pesawat.

Menhub Dudy menegaskan bahwa pemerintah terus memantau situasi secara cermat guna menyeimbangkan antara keberlangsungan industri penerbangan nasional dan kemampuan ekonomi masyarakat luas. (*)

Editor : Indra Zakaria
#avtur