Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pasar Tiongkok Mendominasi, Ekspor Kaltara Tembus Ratusan Juta Dolar di Awal Tahun

Redaksi Prokal • Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:30 WIB
Aktivitas bongkar muat barang impor di salah satu pelabuhan di Kaltara. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN
Aktivitas bongkar muat barang impor di salah satu pelabuhan di Kaltara. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN

 
TANJUNG SELOR — Tiongkok kembali mengukuhkan posisinya sebagai mitra dagang utama Kalimantan Utara (Kaltara) dengan menyerap volume ekspor terbesar melalui pelabuhan di wilayah ini sepanjang triwulan I tahun 2026.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, nilai ekspor ke Negeri Tirai Bambu tersebut menyentuh angka USD 128,13 juta, memimpin jauh di atas negara-negara tujuan utama lainnya.

Di bawah Tiongkok, Filipina menyusul di posisi kedua dengan nilai ekspor USD 50,61 juta, diikuti oleh Vietnam sebesar USD 38,46 juta, India USD 34,62 juta, dan Korea Selatan sebesar USD 25,13 juta.

Kepala BPS Kaltara, Mustaqim, menjelaskan bahwa peran kelima negara tersebut sangat dominan karena menyumbang hingga 90,54 persen dari total keseluruhan ekspor Kaltara pada periode Januari hingga Maret 2026.

Meski Tiongkok menjadi motor penggerak utama, secara umum total nilai ekspor Kaltara pada triwulan pertama tahun ini mengalami penurunan sebesar 8,47 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Angka ekspor tercatat melorot dari USD 338,13 juta menjadi USD 309,49 juta.

Penurunan ini utamanya dipicu oleh lesunya sektor non-migas yang turun 8,73 persen menjadi USD 307,38 juta, akibat merosotnya performa ekspor hasil industri sebesar 24,08 persen dan sektor pertanian yang anjlok hingga 56,83 persen. Sebaliknya, sektor migas justru menunjukkan gairah positif dengan lonjakan tajam sebesar 55,49 persen menjadi USD 2,11 juta.

Menariknya, relasi dagang dengan Tiongkok bersifat dua arah. Selain menjadi pasar ekspor terbesar, Tiongkok juga menjadi pemasok utama barang impor bagi Kaltara, baik untuk komoditas migas maupun non-migas. Untuk impor migas, Tiongkok menyumbang USD 5,54 juta, mengungguli Malaysia dan Singapura. Sementara untuk impor non-migas, dari total USD 81,33 juta yang masuk ke Kaltara, sebesar USD 49,16 juta di antaranya berasal dari Tiongkok.

Kendati aktivitas impor non-migas Kaltara secara total menyusut hingga 63,36 persen dibandingkan tahun lalu, penurunan ini justru membawa dampak positif bagi fundamental ekonomi daerah.

Merosotnya angka impor yang diimbangi kuatnya kinerja ekspor membuat neraca perdagangan Kaltara periode Januari-Maret 2026 mencetak surplus besar hingga USD 218,15 juta, atau melonjak 62 persen. Performa impresif ini ditutup dengan catatan manis pada bulan Maret 2026 saja, di mana surplus neraca perdagangan melejit hingga 93,33 persen dibanding tahun lalu dengan mencatatkan angka USD 104,67 juta. (*)

Editor : Indra Zakaria
#kaltara