Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Geliat Investasi di Gerbang IKN: Jumlah Investor Pasar Modal Kaltimtara Melesat 61 Persen

Redaksi Prokal • Selasa, 2 Juni 2026 | 13:00 WIB
Kota Balikpapan dengan kawasan pesisir dan pusat bisnis menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur.
Kota Balikpapan dengan kawasan pesisir dan pusat bisnis menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur.

SAMARINDA – Minat masyarakat di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara) untuk terjun ke dunia investasi pasar modal terus menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat kuat. Di tengah bayang-bayang dinamika ekonomi global serta fluktuasi nilai tukar rupiah yang belum stabil, jumlah investor di kawasan ini justru mencatatkan lonjakan yang sangat signifikan sepanjang tahun. Berdasarkan data terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga April 2026, jumlah investor pasar modal di wilayah Kaltimtara telah menyentuh angka fantastis sekitar 460 ribu investor. Perolehan tersebut mencerminkan lonjakan tajam sebesar 61,6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kesadaran masyarakat lokal terhadap pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang kini semakin matang.

Kepala Wilayah Bursa Efek Indonesia Kaltimtara, Ferdinan Sihombing, menilai bahwa pertumbuhan yang masif ini menjadi indikator yang sangat positif bagi tingkat literasi dan partisipasi aktif masyarakat di sektor keuangan. Saat memberikan keterangan pada Senin (1/6), ia menegaskan bahwa tingginya aktivitas pasar modal di level nasional turut menebarkan rasa percaya diri bagi warga Kalimantan untuk tetap menanam modal meski kondisi makroekonomi sedang diterpa berbagai tantangan global.

"Minat investor sebenarnya masih cukup besar. Ini terlihat dari pertumbuhan jumlah investor yang terus meningkat dan aktivitas transaksi yang masih berjalan dengan baik," ujar Ferdinan.

Jika dibedah per wilayah, Kota Balikpapan sejauh ini masih mengukuhkan posisinya sebagai daerah penyumbang jumlah investor terbesar di seantero Kaltimtara, yang kemudian disusul ketat oleh Kota Samarinda dengan laju pertumbuhan investor yang tidak kalah pesat dalam beberapa tahun terakhir. Menariknya, tekanan di pasar saham akibat koreksi nilai tukar rupiah belakangan ini dilaporkan tidak sampai menyurutkan nyali para penanam modal daerah. Sebaliknya, Ferdinan melihat karakteristik investor domestik saat ini sudah jauh lebih dewasa dan rasional dalam menaruh uang mereka di pasar saham.

"Investor sekarang harus lebih selektif memilih saham, terutama melihat fundamental perusahaannya. Jadi tidak hanya mengikuti tren atau sentimen jangka pendek," jelasnya menambahkan.

Melonjaknya jumlah pelaku investasi ini tentu tidak terjadi begitu saja, melainkan didorong oleh masifnya program edukasi pasar modal yang digencarkan secara kolaboratif oleh berbagai pihak terkait. Kehadiran galeri investasi di sejumlah perguruan tinggi, sosialisasi berkala ke berbagai komunitas, hingga kemudahan pembukaan rekening efek secara daring gratis menjadi stimulus utama yang mempercepat lahirnya para investor baru. Ditambah lagi, transformasi digital saat ini sangat membantu masyarakat dalam mengakses informasi pasar secara seketika dan bertransaksi secara praktis lewat genggaman ponsel.

Menatap masa depan, BEI Kaltimtara mengaku sangat optimistis bahwa tren positif ini akan terus melaju secara berkelanjutan, terutama dengan tingginya antusiasme dari kalangan generasi muda. Terlebih lagi, potensi ekonomi daerah yang terus menggeliat hebat sebagai dampak langsung dari masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) diyakini akan menjadi katalisator utama yang membawa pasar modal di wilayah Kaltimtara tumbuh jauh lebih bergairah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.(*)

Editor : Indra Zakaria
#Ekonomi Kaltim #investasi #Bisnis Kaltim