Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pasar Internasional Kian Ketat, Produk Perikanan Kaltara Terancam Ditolak Jika Abaikan Aturan 'Traceability'

Redaksi Prokal • Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:40 WIB
Kepiting bakau salah satu produk perikanan andalan Kaltara.
Kepiting bakau salah satu produk perikanan andalan Kaltara.

TARAKAN – Regulasi perdagangan komoditas perikanan dunia yang semakin ketat kini menjadi alarm bagi para pelaku usaha di Kalimantan Utara (Kaltara). Produk perikanan unggulan asal daerah ini berisiko besar ditolak di pasar internasional apabila tidak mampu memenuhi standar legalitas serta sistem ketelusuran (traceability) yang disyaratkan oleh negara-negara tujuan ekspor.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, Dr. Hj. Hasriyani, mengungkapkan bahwa negara-negara tujuan utama ekspor seperti Uni Eropa, Amerika Serikat, hingga China kini menerapkan standar yang jauh lebih tinggi. Mereka tidak lagi hanya menilai kualitas fisik produk akhir yang dikirimkan, melainkan menelusuri secara mendalam seluruh rantai produksi dari hulu hingga hilir, mulai dari legalitas asal bahan baku, wilayah penangkapan, proses budidaya, hingga kebersihan pada tahap pengolahan.

Hasriyani menegaskan bahwa konsep traceability telah bergeser menjadi syarat mutlak dalam perdagangan global karena berkaitan langsung dengan keamanan pangan dunia dan isu legalitas produk. Segala bentuk ketidaksesuaian dalam proses penangkapan maupun pengolahan di wilayah setempat dapat berdampak fatal terhadap keberterimaan komoditas lokal. Oleh karena itu, para pengusaha ekspor di Kaltara didorong untuk segera memperkuat sistem administrasi dan dokumentasi produksi mereka agar seluruh tahapan bisa dipertanggungjawabkan dan dibuktikan secara transparan kepada otoritas negara tujuan.

Pemerintah daerah sendiri terus bergerak aktif memacu para pelaku usaha perikanan di Kaltara untuk meningkatkan pemahaman mereka terkait aspek hukum dan keamanan pangan ini. Kepatuhan terhadap standar internasional dinilai sebagai faktor krusial untuk menjaga keberlanjutan roda ekonomi ekspor daerah di tengah persaingan pasar global yang kian kompetitif. Hasriyani juga mengingatkan agar para pengusaha tidak hanya fokus pada kuantitas produksi, melainkan mulai bersikap profesional dengan beradaptasi pada regulasi global yang terus berkembang demi menjaga kepercayaan pasar dunia. (*)

Editor : Indra Zakaria
#kepiting bakau #kaltara #perikanan