Indosat Bidik Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Teknologi, Jaringan 5G Jadi Mesin Baru Aktivitas Digital Balikpapan

Wawan • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 06:21 WIB
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memperkuat jaringan 5G untuk membuka ruang yang lebih luas bagi perkembangan ekonomi digital di Balikpapan.
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memperkuat jaringan 5G untuk membuka ruang yang lebih luas bagi perkembangan ekonomi digital di Balikpapan.

 

PROKAL.co, BALIKPAPAN – Pertumbuhan aktivitas digital masyarakat menjadi salah satu pertimbangan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dalam memperkuat jaringan 5G di Balikpapan. 

Kota minyak tersebut dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat aktivitas digital, terlebih posisinya sebagai salah satu kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Penguatan jaringan generasi kelima itu tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kecepatan akses internet pelanggan, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi perkembangan ekonomi digital.

Mulai dari pelaku usaha, pekerja, kreator konten, hingga sektor pendidikan dan UMKM semakin bergantung pada konektivitas yang cepat dan stabil.

Inilah yang disampaikan Executive Vice President (EVP) Head of Circle Kalisumapa Indosat Ooredoo Hutchison, Eric Wilyanto dan VP Head of Region Kalimantan Indosat Ooredoo Hutchison, Sugiyanto saat acara Media Update Indosat 5G bersama Indosat Ooredoo di Kanto Indosat Jalan MT Haryono Balikpapan, Sabtu (1/8). 

Sugiyanto menyebut perkembangan penggunaan internet di Balikpapan terus menunjukkan perubahan seiring semakin banyaknya aktivitas masyarakat yang beralih ke ruang digital.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi alasan Balikpapan masuk dalam prioritas pengembangan layanan 5G Indosat di Kalimantan. “Penggunaan internet saat ini terus berkembang. Aktivitas masyarakat sudah banyak dilakukan secara digital, mulai dari bekerja, belajar, berkomunikasi, hingga menikmati hiburan. Karena itu kami terus memperkuat jaringan agar pelanggan mendapatkan pengalaman terbaik,” kata Sugiyanto saat paparan.

Trafik Video dan Media Sosial Mendominasi
Berdasarkan pemetaan trafik data Indosat, konsumsi layanan 5G di Balikpapan banyak berasal dari aplikasi berbasis video dan media sosial.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap jaringan dengan kapasitas besar tidak lagi sebatas untuk komunikasi dasar. Konsumsi video, produksi konten, aktivitas media sosial, hingga layanan digital lainnya ikut mendorong kebutuhan terhadap koneksi berkecepatan tinggi.

Sugiyanto menilai perkembangan tersebut menjadi gambaran bahwa ekosistem digital di Balikpapan semakin tumbuh. Karena itu, keberadaan 5G dipandang bukan sekadar peningkatan teknologi jaringan, melainkan bagian dari infrastruktur yang menopang aktivitas ekonomi dan produktivitas masyarakat.

Ia menjelaskan teknologi 5G menawarkan kecepatan yang lebih tinggi sekaligus latensi lebih rendah dibandingkan generasi sebelumnya. Kapasitas jaringan yang lebih besar juga memungkinkan lebih banyak perangkat terkoneksi dalam waktu bersamaan.

Kondisi itu dinilai penting ketika aktivitas digital masyarakat semakin padat, baik untuk kebutuhan pekerjaan, pendidikan, hiburan maupun pengembangan usaha.

Tak sekadar internet kecepatan, Executive Vice President (EVP) Head of Circle Kalisumapa Indosat Ooredoo Hutchison, Eric Wilyanto, mengatakan karakteristik penggunaan layanan digital memang berbeda di setiap daerah. Namun, kebutuhan mendasar pelanggan terhadap koneksi yang cepat dan stabil relatif sama.

Ia menilai jaringan 5G perlu ditempatkan sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat, bukan hanya sebagai teknologi baru yang menawarkan kecepatan internet.
“Setiap kota memiliki ritme digital yang berbeda, tetapi pelanggan menginginkan hal yang sama, yakni dapat tetap terhubung dan leluasa melakukan berbagai aktivitas yang mereka sukai. Kami ingin Indosat 5G hadir bukan hanya sebagai inovasi teknologi, tetapi menjadi bagian dari keseharian pelanggan dalam mendukung produktivitas maupun hiburan,” ujar Eric.

Dengan konektivitas yang lebih cepat, masyarakat dapat menjalankan pekerjaan secara mobile, mengakses layanan streaming berkualitas tinggi, bermain game daring, mengunggah konten hingga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Bagi dunia usaha, perkembangan tersebut juga membuka peluang pemanfaatan teknologi digital secara lebih luas. UMKM, misalnya, dapat memanfaatkan konektivitas untuk pemasaran digital, pembuatan konten, komunikasi dengan konsumen hingga pengembangan layanan berbasis teknologi.

Bangun Ekosistem Digital di Kalimantan
Pengembangan 5G Indosat di Balikpapan juga dibarengi dengan upaya memperluas ekosistem pemanfaatan teknologi. Perusahaan menghadirkan sejumlah program yang menyasar berbagai kelompok masyarakat.

Program tersebut antara lain kompetisi game, aktivitas kreatif berbasis AI, siaran langsung melalui jaringan 5G, hingga fasilitas pendukung pekerja fleksibel melalui HiFi Café Corner. Semua ini langsung dipraktekkan oleh Indosat Ooredoo dengan mengajak anak sekolah hingga pelaku UMKM dengan memberikan beragam pelatihan di Kantor Indosat. Mulai dari pelatihan Ai untuk anak sekolah dasar hingga cara membuat konten bagi pelaku UMKM untuk mendongkrak penjualan di media sosial. 

Indosat juga menjalankan program Masjid Berdaya yang akan menghadirkan layanan Indosat HiFi Air sekaligus pelatihan pemanfaatan AI di lebih dari 160 masjid di Kalimantan.

Sugiyanto mengatakan pengembangan jaringan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi.

Menurutnya, manfaat konektivitas 5G berpotensi menjangkau sektor yang lebih luas, termasuk pendidikan, kesehatan, industri, kegiatan di rumah ibadah, dan UMKM. “Manfaat 5G tidak hanya dirasakan pelanggan individu, tetapi juga akan mendukung sektor pendidikan, kesehatan, industri, hingga UMKM yang kini semakin memanfaatkan teknologi digital,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan jaringan tersebut diarahkan untuk membentuk ekosistem digital yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Dengan semakin tingginya aktivitas digital di Balikpapan dan kawasan sekitarnya, penguatan jaringan 5G diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi bagi pertumbuhan produktivitas dan ekonomi digital di Kalimantan. “Kami tidak hanya membangun jaringan, tetapi juga membangun ekosistem digital yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Harapannya, konektivitas 5G bukan hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga mendukung produktivitas, pendidikan, kreativitas, serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya. 

Editor : Wawan
jaringan internet indosat UMKM Balikpapan handphone