Inflasi Kaltim Tembus 3,83 Persen pada Agustus 2026, Lonjakan Harga Pangan dan Emas Jadi Pemicu

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 11:31 WIB
Infografis
Infografis
 

SAMARINDA — Laju inflasi di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tercatat tetap terkendali pada Agustus 2026, meski masih membukukan angka 3,83 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu, inflasi tahun berjalan (year-to-date/ytd) berada di level 2,64 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, mengungkapkan bahwa pergerakan inflasi bulan ini utamanya didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.

“Tekanan pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau dipengaruhi keterbatasan pasokan sejumlah komoditas pangan dari sentra produksi, seiring kondisi cuaca yang kurang kondusif dan dampak fenomena El Nino,” terang Jajang, Rabu (2/9/2026).

Jajang menambahkan, tren kenaikan harga emas dunia di pasaran juga memicu inflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Kenaikan harga daging ayam ras, cabai rawit, biaya sekolah dasar, kacang panjang, hingga jagung manis tercatat menjadi komoditas penyumbang utama inflasi.

Kendati demikian, lonjakan harga tersebut berhasil tertahan berkat penurunan tarif angkutan udara, penurunan harga bensin, serta melandainya harga komoditas dapur seperti tomat, bawang merah, dan bawang putih.

Secara spasial, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatatkan inflasi bulanan (month-to-month/mtm) tertinggi sebesar 0,52 persen, disusul Kabupaten Berau (0,46 persen) dan Kota Samarinda (0,06 persen). Sebaliknya, Kota Balikpapan justru mengalami deflasi tipis sebesar 0,03 persen.

Guna menjaga daya beli warga, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kaltim bersama Bulog terus mengencangkan sinergi melalui penerapan strategi 4K: Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Langkah nyata di lapangan diwujudkan lewat Gerakan Pangan Murah, operasi pasar, serta penguatan fasilitasi distribusi pangan ke seluruh kabupaten/kota.(*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Inflasi Kaltim