PROKAL.CO, TENGGARONG – Kuala Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar), dipilih sebagai salah satu dari 15 lokasi awal penerapan DERMAGA KTKBM, sistem digital yang dirancang mengintegrasikan pencatatan aktivitas tenaga kerja bongkar muat (TKBM) hingga pembayaran upah pekerja.
Pemilihan Kuala Samboja bukan tanpa alasan. Induk Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (Inkop TKBM) menilai Koperasi TKBM Karya Sejahtera telah memiliki kesiapan sumber daya manusia, administrasi dan pelaporan untuk menjadi lokasi percontohan digitalisasi TKBM.
Sekretaris Jenderal Inkop TKBM Victoria Wewo mengatakan, dari 121 koperasi anggota Inkop TKBM, sebanyak 15 pelabuhan ditetapkan sebagai lokasi awal penerapan sistem tersebut.
“Kuala Samboja yang dipilih karena berdasarkan pantauan kami, TKBM Karya Sejahtera Samboja ini memenuhi aspek SDM yang baik, administrasi yang baik, dan pelaporan yang juga baik. Sehingga dipandang lebih pas untuk dijadikan pilot project bagi 15 pelabuhan di seluruh Indonesia,” kata Victoria.
Melalui DERMAGA KTKBM, aktivitas TKBM nantinya tidak lagi hanya mengandalkan pencatatan administrasi secara konvensional. Sistem tersebut dirancang mencatat rangkaian proses mulai dari penugasan pekerja, penerbitan surat perintah kerja (SPK), kegiatan bongkar muat, laporan harian hingga alur pembayaran.
Data pembayaran perusahaan kepada koperasi dan penyaluran upah kepada pekerja juga masuk dalam sistem. Dengan demikian, setiap tahapan kegiatan memiliki rekam data yang dapat digunakan kembali ketika dibutuhkan.
“Mulai dari proses kegiatan bongkar muat dari awal sampai akhirnya, mulai dari pengangkatan buruh, SPK sampai pembayaran upah kepada buruh, laporan harian kegiatan, sampai dengan pembayaran kepada buruh dan pembayaran dari perusahaan kepada koperasi, itu semua terdata,” jelasnya.
Bagi Kuala Samboja, digitalisasi tersebut juga mendapat dukungan dari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP). Penilik Angkutan Laut KUPP Kuala Samboja, Ilyas Ismail, menilai sistem tersebut dapat membantu pengawasan dan pendataan aktivitas bongkar muat yang berlangsung di wilayahnya.
“Kalau dari kami, pada prinsipnya mendukung. Kalau sesuatu yang baik, pasti kita dukung. Apalagi ini aplikasi baru, DERMAGA,” ujar Ilyas.
Menurutnya, volume kegiatan bongkar muat di Kuala Samboja cukup besar. Karena itu, ketersediaan data digital mengenai aktivitas bongkar muat dan anggota TKBM dinilai dapat mendukung pekerjaan KUPP, termasuk dalam pemantauan dan penempatan tenaga kerja.
“Betul, aplikasi ini juga akan mendukung kinerja KUPP, terutama dalam hal pendataan aktivitas bongkar muat,” katanya.
Dari sisi koperasi, sistem yang saling terkoneksi juga diharapkan memangkas proses administrasi yang selama ini membutuhkan waktu. Ketua Dewan Pengawas TKBM Karya Sejahtera, Awang Yacoub Luthman, mengatakan integrasi sistem memungkinkan data yang masuk segera terhubung dengan proses pembayaran upah.
“Di internal kita, sistemnya itu begitu terkoneksi menjadi satu sistem di kantor kami, upah itu sudah siap. Tidak perlu menunda-nunda lagi. Itu juga salah satu manfaatnya,” ujar Awang.
Sosialisasi DERMAGA KTKBM sebelumnya telah dilakukan di Kuala Samboja bersama para pemangku kepentingan dan pekerja. Selain Kuala Samboja, sosialisasi juga telah dilakukan di Tanah Paser dan Balikpapan.
Penerapan di lokasi-lokasi awal tersebut dijadwalkan mulai setelah penandatanganan perjanjian kerja sama secara serentak pada awal November.
Bagi Kuala Samboja, penerapan sistem ini tidak hanya menyangkut perubahan cara administrasi. Digitalisasi diharapkan membuat aktivitas bongkar muat, penugasan pekerja hingga pembayaran upah memiliki data yang lebih tertata dan mudah ditelusuri, sekaligus memudahkan koperasi, pekerja, perusahaan pengguna jasa dan instansi pengawas mengakses informasi yang dibutuhkan. (moe)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co