Tingkat Okupansi Hotel Meredup, Andi Harun: Sektor Jasa Tetap Tangguh di Tengah Efisiensi Ekonomi

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:45 WIB
Wali Kota Samarinda Andi Harun.
Wali Kota Samarinda Andi Harun.

 
SAMARINDA — Tekanan ekonomi dan kebijakan efisiensi di berbagai sektor rupanya membawa dampak langsung terhadap tingkat hunian (okupansi) hotel di Kota Samarinda. Meski demikian, Wali Kota Samarinda Andi Harun menilai fenomena melandainya okupansi tersebut bukan hanya dialami oleh kota berjuluk Kota Tepian ini, melainkan menjadi tantangan bersama bagi hampir seluruh daerah yang menggantungkan roda ekonominya pada sektor jasa.

Di tengah kondisi yang serba hemat ini, Andi Harun mengapresiasi daya tahan sektor perhotelan dan restoran lokal. Menurutnya, capaian pendapatan dan aktivitas bisnis yang ada saat ini masih menunjukkan tren yang sangat positif di tengah gelombang efisiensi besar-besaran yang sedang berlangsung.

“Angka hari ini sudah sangat bagus kalau dibanding keadaan ekonomi kita pada hari ini yang mengalami efisiensi besar,” ungkap Andi Harun.

Menjelang penutupan tahun, ia menaruh harapan besar agar performa penerimaan dari sektor ini dapat terus bertahan. Pemkot Samarinda berharap selisih penurunan penerimaan pajak hotel dan restoran tidak terperosok terlalu jauh jika dibandingkan dengan capaian mengkilap pada tahun sebelumnya.

Bagi Pemkot Samarinda, kunci utama untuk menjaga stabilitas iklim usaha di masa-masa sulit adalah dengan menempatkan posisi pemerintah secara tepat. Pemerintah kota berkomitmen penuh untuk tidak memosisikan diri sebagai pesaing bagi sektor swasta, melainkan hadir membuka ruang kompetisi yang adil dan sehat bagi seluruh pelaku industri perhotelan dalam merebut pasar.

Sikap dan komitmen tersebut ditegaskan Andi Harun sebagai prinsip dasar dalam setiap pengambilan kebijakan daerah. “Kalau kamu enggak bisa berbuat baik, maka jangan berbuat buruk,” pungkasnya menuturkan filosofi dalam mendukung keberlanjutan dunia usaha di Samarinda. (adv/diskominfo/smd)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
andi harun