Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Rafael Struick Jadi Cadangan Mati di Brisbane Roar, Terancam Ngga Dipakai Patrick Kluivert

Redaksi • 2025-04-13 10:45:29
Rafael Struick cetak satu gol melawan Bahrain.
Rafael Struick cetak satu gol melawan Bahrain.

 

Sinar Rafael Struick di A-League Men 2024/2025 perlahan mulai meredup. Nama penyerang Timnas Indonesia itu kembali tak terlihat dalam daftar pemain Brisbane Roar saat melawat ke markas Melbourne City di Melbourne Rectangular Stadium, Jumat (11/4). Bukan hanya absen dari starting eleven, Struick bahkan tak tampak di bangku cadangan.

Ini menjadi kali ketiga secara beruntun Struick tidak masuk skuad pertandingan. Sebelumnya, ia juga dicoret saat Brisbane Roar menjamu Auckland FC dan Macarthur FC. Tanpa penjelasan resmi dari klub, publik hanya bisa berspekulasi: apakah ini akibat cedera, penurunan performa, atau sekadar keputusan taktikal dari pelatih Patrick Kluivert?

Yang jelas, situasi ini mempertegas kenyataan bahwa Rafael Struick tengah mengalami masa sulit di Australia. Sejak pekan ke-13 yang digelar Januari lalu, eks pemain ADO Den Haag itu mulai kehilangan tempatnya di tim utama. Dari 11 laga terakhir Brisbane Roar, Struick hanya tampil satu kali itu pun sebagai pemain pengganti di menit-menit akhir laga kontra Adelaide United (8/3) yang lalu.

Minum ini sebelum tidur dan diabetes akan hilang selamanya!
Pelajari Lebih
Baca Juga: Thom Haye Bongkar Alasan Mengapa Hanya Ole Romeny yang Kenakan Jersey Lengan Panjang di Timnas Indonesia

Lebih miris lagi, lima kali ia hanya menjadi penghangat bangku cadangan, dan lima pertandingan sisanya bahkan tak masuk daftar susunan pemain sama sekali. Total menit bermainnya di 10 laga terakhir hanya tiga menit. Padahal, di awal musim, ia sempat menunjukkan potensi dengan mencetak gol ke gawang Sydney FC pada penampilan keduanya bersama Brisbane Roar.


Secara keseluruhan, Struick baru tampil dalam 10 pertandingan A-League musim ini, hanya dua kali menjadi starter, dengan catatan waktu bermain 239 menit. Ia juga sempat mencatatkan tiga penampilan tambahan di ajang lain, sehingga total sudah 13 kali membela klub barunya, namun kontribusinya belum konsisten.

Menariknya, periode absennya Struick berbarengan dengan tren buruk Brisbane Roar. Kekalahan 2-3 dari Melbourne City menjadi kekalahan ketiga beruntun yang mereka derita. Padahal, sempat unggul cepat lewat gol Asumah Abubakar di menit kesembilan, Roar malah tak mampu mempertahankan momentum.

Tuan rumah bangkit lewat gol-gol Marco Tilio dan Max Caputo, sebelum Keegan Jelacic menyamakan skor. Sayangnya, harapan meraih satu poin pupus setelah German Ferreyra mencetak gol penentu di menit ke-85.

Kini, Brisbane Roar terdampar di posisi ke-12 klasemen, hanya satu tingkat di atas juru kunci dengan koleksi 11 poin dari 23 pertandingan. Kontras dengan Melbourne City yang naik ke posisi kedua dengan 43 poin.

Baca Juga: Ole Romeny Akan Pakai Jersey Lengan Panjang Lagi Saat Timnas Indonesia Lawan Jepang, Thom Haye Masih Bimbang

Sementara di level timnas, posisi Struick juga tak lagi sekuat dulu. Ia tak dipanggil oleh Patrick Kluivert saat Timnas Indonesia menghadapi Bahrain pada FIFA Matchday (25/3) lalu. Padahal sebelumnya, ia termasuk salah satu andalan Garuda dalam berbagai laga penting, termasuk saat tampil di Piala Asia dan SEA Games. Kedatangan penyerang baru seperti Ole Romeny di Brisbane Roar semakin membuat persaingan di lini depan kian ketat.

Meski begitu, harapan belum sepenuhnya padam. Struick masih berpeluang dipanggil untuk laga penting Timnas Indonesia di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Juni mendatang. Garuda dijadwalkan menjamu China di Jakarta pada (5/6), sebelum bertandang ke Jepang lima hari kemudian. Jika bisa kembali bersinar dalam waktu dekat, peluang Struick membela Merah Putih tetap terbuka lebar.

Laga berikutnya melawan Western United pada (17/4) bisa menjadi momentum penting. Pertanyaan besarnya apakah Patrick Kluivert akan kembali memberi kepercayaan pada Struick? Atau akankah sang pemain terus menjadi penonton dari luar lapangan?(*)

Editor : Indra Zakaria