JOGJAKARTA- Borneo FC menjadi tim kedua yang mampu memenangi dua laga awal Super League musim ini. Kemenangan tandang 1-0 atas PSBS Biak, Senin (18/8/2025) sore, membuat Pesut Etam menempel ketat Persija Jakarta yang memiliki selisih gol lebih baik. Mariano Ezequel Peralta, kembali menjadi aktor penentu, lewat gol penaltinya di babak pertama.
Borneo FC langsung mengambil inisiatif serangan saat kick off babak pertama dibunyikan. Hingga tujuh menit awal, pasukan Fabio Lefundes terus menekan dan memaksa barisan belakang tuan rumah bekerja keras. Namun, belum ada satu pun peluang matang yang mengancam gawang PSBS.
Keasikan menyerang, PSBS mampu mencari celah untuk membuat peluang lebih dulu. Lewat serangan cepat di menit 11 dari sisi kanan, sebuah crossing matang dari sayap mampu dijangkau heading tajam Ruyery Blanco, tapi dengan refleknya, Nadeo Argawinata mampu menggagalkan peluang tersebut.
Tiga menit kemudian, Pesut Etam mendapat hadiah tendangan bebas hanya beberapa meter di luar kotak penalti. Sepakan Mariano Peralta yang mengarah ke gawang masih mampu ditepis kiper PSBS Aldo Geraldo alias Kanu.
Borneo akhirnya mampu memecah kebuntuan lewat penalti Marioano Peralta di menit 28. Gol penalti ini diawali dari akselerasi Caxambu yang melepas umpan tarik matang kepada Maicon Souza, namun saat akan mencocor bola, terlihat ada tarikan Nurhidayat. Setelah melalui pemeriksaan VAR, wasit Steven Yubel Poli pun langsung menunjuk titik putih. Borneo memimpin 1-0.
Gol itu langsung direspons tuan rumah, ketika tandukan Luquinhas yang sudah berdiri bebas di mulut gawang, melebar tipis di sisi tiang. Pertandingan pun kian menarik, dengan kedua tim saling baku serang. Memasuki injury time, Borneo hampir memperlebar jarak, jika saja umpan matang Kei Hirose mampu diselesaikan dengan baik oleh Juan Villa. Sampai turun minum, keunggulan untuk Pesut Etam masih terjaga.
Memasuki paruh kedua pertandingan, Badai Pasifik (julukan PSBS Biak) coba menebar ancaman. Menit 54, Hassan Nader nyaris menyamakan kedudukan lewat shooting kerasnya, yang lagi-lagi mampu dipatahkan Nadeo.
Namun, setelah peluang itu, pertandingan yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Jogjakarta itu mutlak menjadi milik Pesut Etam. Aksi individu Maicon yang berhasil melepaskan diri dari dua pemain belakang tuan rumah, diikuti tendangan yang menyamping tipis di sisi kanan gawang Kadu.
Sementara itu, pemain tuan rumah tampak mulai frustasi dan kehabisan fisik. Melihat kondisi itu, anak-anak Samarinda terus melakukan gempuran-gempuran ke jantung pertahanan anak asuh Divaldo Alves. Namun, penyelesaian akhir anak-anak Borneo sepertinya masih harus diasah.
Gelandang Borneo Juan Villa misalnya, tercatat mendapatkan tiga peluang matang di mulut gawang, namun tendangannya masih belum menemui sasaran. Begitu juga kans M Sihran di menit 71, juga masih mampu diblok pemain belakang lawan. Empat menit kemudian, Douglas Coutinho hampir saja mencatatkan namanya di papan skor, setelah tandukan kerasnya hanya mengenai tiang gawang. Hingga peluit panjang dibunyikan, kedudukan masih tak berubah untuk kemenangan tim tamu, Borneo FC.
Dibanding pertandingan pertama, di laga kali ini Borneo FC tampak lebih padu dalam kerja sama tim. Ini terlihat jelas dari statistik pertandingan, di mana Pesut Etam mendominasi 56 persen ball possesion. Kemudian ada 7 tendangan tepat sasaran berbanding 4 milik tuan rumah.
Dengan kemenangan ini, Borneo FC berhasil membuat fondasi bagus di dua laga awal Super League. Enam poin berhasil dikumpulkan, sekaligus menempatkan mereka di peringkat dua klasemen. Sementara, bagi PSBS Biak, kekalahan di partai kandang ini membuat mereka menjadi tim ketiga setelah Dewa United dan Persita Tangerang, yang belum meraih poin di dua pertandingan awal BRI Super League musim ini. (rz)
Editor : Indra Zakaria