BALIKPAPAN – CEO Persiba Balikpapan, Riyandi Ramadhana Putra, memberikan pernyataan tegas terkait masa depan klub di tengah ketatnya persaingan Liga 2 musim ini. Meski mengakui langkah menuju papan atas cukup terjal, manajemen tetap memasang sikap optimistis untuk mengamankan posisi klub agar tidak terdegradasi.
Riyandi mengungkapkan bahwa skuad Beruang Madu kini harus bersikap realistis dalam menatap sisa pertandingan di putaran akhir. Fokus utama tim saat ini adalah mengumpulkan poin maksimal demi memastikan Persiba tetap berkompetisi di kasta kedua sepak bola Indonesia pada musim depan.
“Ya kita harus tetap optimis. Kalau untuk papan atas memang kita tahu cukup sulit dengan segala keadaan yang ada. Tapi setidaknya di pertandingan-pertandingan akhir ini, di putaran akhir, kita harus meraih hasil maksimal,” ujar Riyandi pada Rabu (21/1/2026).
Sebagai tim yang baru kembali promosi dari Liga 3, tantangan yang dihadapi Persiba memang cukup berat. Oleh karena itu, Riyandi menegaskan bahwa prioritas mutlak manajemen tahun ini adalah menjaga eksistensi klub di Liga 2.
“Mungkin ini tahun pertama setelah dari Liga 3, jadi realisasi target kita adalah stay di Liga 2. Kita harus bertahan dengan cara apa pun,” tegasnya.
Guna mewujudkan target tersebut, manajemen melakukan langkah-langkah strategis, mulai dari perburuan pemain baru untuk menyegarkan komposisi skuad hingga evaluasi total di kursi kepelatihan. Setelah posisi pelatih kepala berganti dari Mohammad Nasuha, Riyandi melihat adanya perubahan atmosfer yang lebih positif di dalam tim.
“Alhamdulillah, energi tim sekarang cukup bagus. Intensitas latihan juga lumayan meningkat. Walaupun kita masih punya beberapa kelemahan, terutama di area pertahanan, itu yang terus kita benahi melalui evaluasi tim pelatih,” pungkasnya.
Perjuangan Persiba di laga-laga sisa putaran akhir ini akan menjadi penentu apakah Beruang Madu mampu mempertahankan marwah sepak bola Balikpapan di Liga 2 atau harus kembali berjuang dari titik nol. (*)
Editor : Indra Zakaria