Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Manuver Kejutan Pesut Etam: Borneo FC Lepas 9 Pemain Jelang Putaran Kedua

Redaksi Prokal • 2026-01-22 13:32:24
Borneo FC memberikan kesempatan kepada pemainnya untuk menambah jam terbang, dengan meminjamkannya ke tim lain.
Borneo FC memberikan kesempatan kepada pemainnya untuk menambah jam terbang, dengan meminjamkannya ke tim lain.

SAMARINDA – Borneo FC melakukan langkah mengejutkan menjelang bergulirnya putaran kedua kompetisi dengan melepas sembilan pemain dari skuat mereka. Manuver ini melibatkan sejumlah pemain muda hingga pilar inti yang sebagian besar dilepas dengan status pinjaman ke klub lain. Keputusan besar ini diambil setelah melalui proses evaluasi mendalam antara tim teknis, direksi klub, jajaran pelatih Elite Pro Academy (EPA), hingga Direktur Akademi, Jackson F. Thiago.

Pelatih kepala Borneo FC, Fabio Lefundes, menjelaskan bahwa kebijakan meminjamkan pemain muda merupakan upaya klub untuk memberikan jam terbang yang lebih luas. Pemain-pemain seperti Rangga Sumarna dan Faris Adit dinilai akan sulit mendapatkan menit bermain jika tetap bertahan di skuat utama Pesut Etam saat ini. Dengan dipinjamkan, mereka diharapkan bisa menimba pengalaman, merasakan atmosfer kompetisi secara reguler, dan menunjukkan potensi maksimal mereka di tim baru.

Lefundes juga membeberkan alasan teknis di balik dilepasnya beberapa nama lain. Kehadiran Ardi Idrus di sisi pertahanan menjadi faktor yang mendasari keputusan klub untuk melepas Haykal Alhafiz. Sementara itu, untuk talenta muda seperti Asgal Habib yang tampil menonjol di level EPA, tim pelatih sepakat bahwa ia perlu tantangan di level kompetisi yang lebih kuat untuk mengasah kemampuannya lebih jauh lagi.

Perombakan ini tidak hanya menyasar pemain lokal, tetapi juga menjadi bagian dari strategi mendatangkan amunisi baru. Peminjaman bek asing Aldair Simanca ke PSIS Semarang menjadi kunci bagi Borneo FC untuk mendaratkan Marcos Astina ke Samarinda. Selain itu, manajemen juga menerima tawaran dari klub asal Malaysia, Penang FC, yang meminati jasa Douglas Coutinho. Menurut Lefundes, langkah ini diambil agar skuat bisa diatur dengan cara yang lebih segar dan efektif di putaran kedua.

Aspek finansial juga menjadi pertimbangan penting di balik pergerakan transfer ini. Lefundes mengakui bahwa manajemen perlu mengatur anggaran secara cermat guna mendatangkan pemain baru yang berkualitas. Ia pun menyatakan rasa bangganya terhadap performa Borneo FC sejauh ini. Meski secara anggaran belanja pemain masih di bawah tim-tim papan atas lainnya, Pesut Etam membuktikan diri mampu menutup putaran pertama dengan bertengger di posisi kedua klasemen, sebuah pencapaian yang menurutnya sangat luar biasa bagi klub yang mengedepankan efisiensi.(*)

Editor : Indra Zakaria