Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Skandal Pengaturan Skor Liga 3 Coreng Kemenangan Persikutim United, Sang Kapten Fandy Eko Utomo Tegaskan Bantahan

Redaksi Prokal • 2026-02-06 09:30:00
Pemain dan ofisial Persikutim United saat merayakan kemenangan atas Persebata Lembata di babak play off Liga 3.
Pemain dan ofisial Persikutim United saat merayakan kemenangan atas Persebata Lembata di babak play off Liga 3.

PROKAL.CO- Euforia Persikutim United setelah memastikan diri tetap bertahan di kasta ketiga nasional kini terganggu oleh isu miring yang tak sedap. Kemenangan 2-0 tim berjuluk Singa Mose atas Persebata Lembata di Stadion UNS Solo pada Senin (2/2/2026) lalu, kini dibayangi oleh dugaan praktik "main sabun" atau pengaturan skor. Isu ini mencuat ke publik dan menjadi perbincangan hangat setelah adanya bukti rekaman percakapan yang diunggah oleh pihak lawan, yang mengindikasikan adanya upaya penyuapan untuk menentukan hasil pertandingan.

Pemicu utama skandal ini adalah unggahan video dari kapten Persebata Lembata, Denys Domaking. Dalam video tersebut, Denys memperdengarkan rekaman telepon dari seorang pria misterius yang mencoba mengajaknya bekerja sama mengatur skor laga. Denys menegaskan bahwa dirinya sengaja membongkar rekaman tersebut ke media sosial sebagai bentuk perlawanan terhadap praktik curang di sepak bola Indonesia. Namun, dalam percakapan telepon tersebut, penelepon sempat mencatut nama kapten Persikutim United, Fandy Eko Utomo, sebagai pihak yang disebut-sebut terlibat.

Merasa nama baiknya dicemarkan, Fandy Eko Utomo langsung bereaksi keras dengan menyampaikan bantahan melalui akun media sosial pribadinya. Mantan pemain nasional ini menegaskan bahwa tuduhan tersebut adalah fitnah yang keji. Fandy menjelaskan bahwa dirinya selalu mencari nafkah dengan cara yang halal dan tidak pernah sekalipun terlibat dalam kerja sama kecurangan. Secara teknis, ia juga membela diri dengan fakta bahwa saat gol-gol kemenangan Persikutim tercipta, dirinya sudah ditarik keluar lapangan dan tidak lagi mengemban ban kapten.

Menanggapi keterlibatan salah satu wakil Kalimantan Timur dalam pusaran skandal ini, Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kaltim turut memberikan pernyataan. Sekretaris Umum Asprov PSSI Kaltim, Supono, mengakui telah mendengar kabar tersebut namun menegaskan bahwa permasalahan ini sepenuhnya bukan menjadi tanggung jawab pihak asprov. Hal ini dikarenakan Liga 3 saat ini sudah berada di bawah kendali PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator kompetisi, sementara asprov hanya memiliki wewenang penuh atas penyelenggaraan Liga 4.

Hingga saat ini, pihak Asprov Kaltim menyatakan belum ada komunikasi resmi dari manajemen Persikutim United maupun pihak operator liga terkait permintaan penjelasan. Persoalan ini kini menjadi bola panas yang menunggu tindak lanjut dari Komite Disiplin guna mengungkap kebenaran di balik rekaman telepon tersebut. Kabar ini tentu menjadi pukulan bagi citra sepak bola Kaltim di level nasional, terutama di tengah perjuangan klub-klub daerah untuk tetap kompetitif secara sportif.(*)

Editor : Indra Zakaria