Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kemenangan Persijap Diwarnai Kericuhan: Tiga Unit Ambulans Relawan Rusak Diamuk Massa di Luar Stadion

Redaksi Prokal • 2026-02-23 00:57:26

Bentrokan antarsuporter Persijap Jepara. (Dok. Persijap)
Bentrokan antarsuporter Persijap Jepara. (Dok. Persijap)

JEPARA – Kemenangan gemilang Persijap Jepara atas Persebaya Surabaya dengan skor 3-1 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (21/2/2026), berakhir dengan catatan kelam. Bentrokan pecah di luar stadion usai laga pekan ke-22 Super League tersebut, yang berujung pada perusakan tiga unit ambulans milik Komunitas Relawan Jepara (KRJ).

Situasi di dalam stadion sebenarnya berlangsung lancar selama pertandingan berlangsung. Namun, ketegangan mulai memuncak di area luar segera setelah wasit meniup peluit panjang. Kericuhan yang melibatkan massa suporter tersebut berdampak fatal pada kendaraan relawan medis yang tengah bersiaga untuk misi kemanusiaan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari media sosial, kerusakan yang dialami ketiga unit ambulans tersebut tergolong parah. Unit pertama dilaporkan mengalami hancur total pada kaca depan akibat hantaman benda tumpul. Unit kedua mengalami pecah pada kaca bagian belakang, sementara unit ketiga mengalami penyok serius pada badan mobil setelah terkena lemparan benda keras secara bertubi-tubi.

Insiden ini memicu keprihatinan mendalam lantaran ambulans tersebut merupakan kendaraan operasional yang selama ini melayani masyarakat Jepara secara gratis selama 24 jam. Kendaraan yang seharusnya dilindungi untuk keperluan darurat justru menjadi sasaran amuk massa di tengah kericuhan.

Mengenai pemicu bentrokan, laporan dari akun Instagram @crocojol.id menyebutkan bahwa kerusuhan ini diduga kuat melibatkan sesama pendukung Laskar Kalinyamat, bukan bentrokan dengan suporter tim tamu, Bonek. Informasi yang beredar mengindikasikan adanya gesekan antar faksi suporter lokal, namun pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi pasti maupun identitas pelaku perusakan.

Hingga saat ini, pihak keamanan masih mendalami bukti-bukti di lapangan untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas kerugian fasilitas medis tersebut. Kejadian ini menjadi tamparan keras bagi dunia sepak bola nasional, terutama di tengah upaya menjaga kondusivitas kompetisi Super League agar tetap aman bagi seluruh pihak. (*)

Editor : Indra Zakaria