Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Borneo FC Hadapi Jadwal Padat di Bulan Ramadan, Tetap Optimis di Papan Atas

Redaksi Prokal • 2026-02-23 07:00:00

Diundurnya laga pekan ke-21 kontra Persib Bandung, membuat Borneo FC harus menjalani satu laga lebih banyak dibanding tim lain selama Ramadan.
Diundurnya laga pekan ke-21 kontra Persib Bandung, membuat Borneo FC harus menjalani satu laga lebih banyak dibanding tim lain selama Ramadan.

 

SAMARINDA – Menjalani kompetisi sepak bola di tengah bulan suci Ramadan bukanlah hal asing bagi punggawa Borneo FC. Atmosfer pertandingan di saat mayoritas pemain menjalankan ibadah puasa sudah menjadi bagian dari siklus tahunan yang lumrah di Indonesia. Hal ini pun diamini oleh sang juru taktik, Fabio Lefundes.

Lefundes mengaku sudah sangat terbiasa dengan dinamika kompetisi di negara-negara mayoritas Muslim. Berbekal pengalaman melatih di Arab Saudi, Qatar, hingga Indonesia, Lefundes menegaskan bahwa timnya siap beradaptasi dengan budaya dan jadwal khusus selama bulan suci ini.

"Saya sudah mengalami situasi ini sebelumnya. Setiap orang akan menyesuaikan dengan budaya mereka, dan kita bisa melakukan beberapa penyesuaian strategi maupun intensitas," ujar Lefundes dalam konferensi pers sebelum laga melawan Dewa United yang berlangsung Sabtu (21/2/2026) lalu.

Meski secara mental dan fisik timnya siap berpuasa, Lefundes menyimpan satu penyesalan mendalam terkait pengaturan jadwal. Sorotan utamanya tertuju pada laga tunda pekan ke-21 melawan Persib Bandung yang dijadwalkan ulang pada minggu terakhir Ramadan.

Penundaan ini otomatis menambah beban kerja "Pesut Etam". Jika semula Borneo FC hanya direncanakan melakoni empat pertandingan selama periode Ramadan, kini mereka harus memeras keringat dalam lima laga dengan jeda istirahat yang sangat singkat.

"Program sebelumnya, kami hanya akan melakukan empat pertandingan dalam periode ini dengan interval maksimal tiga sampai empat hari. Namun, karena penundaan itu, kami sekarang harus menjalani lima pertandingan," keluh pelatih yang pernah menangani Madura United tersebut.

Walaupun menyayangkan jadwal yang semakin padat, Lefundes tidak ingin anak asuhnya kehilangan fokus. Baginya, situasi tak terduga seperti penundaan laga adalah risiko yang harus bisa diantisipasi oleh seluruh tim di kasta tertinggi Liga Indonesia (Super League).

Apalagi, saat ini Borneo FC tengah berada dalam tren positif dan terus bersaing ketat di papan atas klasemen. Ambisi untuk tetap berada di jalur juara menjadi motivasi tambahan bagi seluruh elemen tim untuk melampaui tantangan fisik selama bulan puasa.

"Pasti kami akan berjuang sekuat tenaga. Kami memiliki lima pertandingan penting untuk dihadapi di periode Ramadan ini dan kami akan melakukannya dengan maksimal," tegasnya menutup sesi wawancara. (*)

Editor : Indra Zakaria