Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Serdadu Tridatu di Titik Nadir: Enam Laga Tanpa Kemenangan, Kursi Johnny Jansen Mulai Digoyang

Redaksi Prokal • 2026-03-05 06:30:00

Johnny Jansen
Johnny Jansen

 

GIANYAR – Awan mendung kian pekat menggelayuti Stadion Kapten I Wayan Dipta seiring merosotnya performa Bali United di kancah liga musim ini. Hasil imbang terbaru melawan Persija Jepara menjadi penegas bahwa sang Serdadu Tridatu tengah terjebak dalam labirin krisis yang mengkhawatirkan. Alih-alih bersaing di jalur juara, tim kebanggaan krama Bali ini justru tertahan di peringkat ke-11 klasemen sementara dengan koleksi 30 poin, hasil dari tujuh kemenangan, sembilan seri, dan tujuh kekalahan hingga pekan ke-23.

Catatan enam pertandingan beruntun tanpa satu pun kemenangan telah memicu ledakan rasa frustrasi di kalangan suporter. Di jagat maya, gelombang protes kian masif dengan menjamurnya tagar yang mendesak perombakan di kursi kepelatihan. Meski berada di bawah tekanan hebat, pelatih kepala Johnny Jansen menanggapi situasi tersebut dengan sikap dingin. Jansen menegaskan bahwa komunikasinya dengan manajemen klub masih berjalan solid dan ia mengklaim memiliki kendali penuh atas strategi untuk membenahi performa tim ke depan.

Namun, ketenangan Jansen tampak kontras dengan beban psikologis yang dirasakan para pemain di lapangan. Bek muda andalan, Kadek Arel, mengakui bahwa tren negatif ini menjadi tantangan mental tersendiri bagi skuad. Menurutnya, seluruh pemain kini tengah melakukan evaluasi mandiri dan berusaha keras mencari formula untuk memutus rantai hasil buruk tersebut. Fokus tim kini sepenuhnya tercurah pada laga krusial melawan Arema FC yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 6 Maret 2026 mendatang.

Pertandingan kontra Arema diprediksi akan menjadi laga "hidup-mati" bagi kredibilitas Johnny Jansen dan martabat Bali United. Tiga poin kini bukan lagi sekadar target tambahan, melainkan obat wajib untuk meredam gejolak di tribun penonton sekaligus menyelamatkan posisi tim agar tidak semakin terperosok ke papan bawah. Publik kini menanti dengan cemas, apakah Serdadu Tridatu mampu menunjukkan determinasi radikal untuk bangkit, atau justru laga akhir pekan nanti akan menjadi akhir dari era kepemimpinan Jansen di Pulau Dewata.(*)

Editor : Indra Zakaria