SAMARINDA – Peran vital Rivaldo Pakpahan di lini tengah Borneo FC Samarinda sepanjang musim ini sukses mencuri perhatian. Tidak hanya menjadi andalan, gelandang bertahan berusia 23 tahun tersebut kini mendapat pengakuan luar biasa dari sang juru taktik, Fabio Lefundes, yang menyebutnya sebagai nyawa permainan Pesut Etam.
Lefundes tanpa ragu melontarkan pujian setinggi langit untuk pemain mudanya itu. Baginya, Rivaldo bukan sekadar pemutus serangan lawan, melainkan sosok yang mampu mengangkat performa rekan-rekan di sekelilingnya.
"Siapa pun yang bermain di sampingnya (Rivaldo) akan terlihat bagus. Karena dia bisa memberikan keseimbangan untuk tim," puji Fabio Lefundes dengan nada bangga.
Pelatih asal Brasil tersebut menegaskan bahwa kehadiran Rivaldo di starting eleven bukan karena keterpaksaan aturan regulasi pemain muda dari federasi. Pemain berpostur 1,72 meter itu dinilai telah membuktikan diri lewat kapasitas dan etos kerja yang melampaui usianya. Rivaldo kini menjadi benteng pertama yang sulit ditembus sebelum lawan menyentuh area pertahanan Borneo FC.
"Saya berharap dia bisa terus seperti itu," tambah Lefundes singkat mengenai konsistensi sang pemain.
Menariknya, saat disinggung mengenai kelayakan Rivaldo untuk mengenakan seragam Tim Nasional Indonesia, Lefundes memberikan jawaban yang cukup provokatif. Meski menghormati hak prerogatif pelatih timnas, ia secara pribadi merasa pemain asuhannya itu sudah berada di level yang sangat tinggi.
Lefundes bahkan berani menantang para pewarta untuk mencari pembanding yang setara di kompetisi domestik saat ini. "Tolong beritahu saya, satu gelandang lokal yang lebih baik dari dia," pungkas Lefundes dengan penuh percaya diri sebelum mengakhiri sesi wawancara.
Dengan performa yang terus menanjak, Rivaldo Pakpahan kini menjadi simbol kekuatan baru di lini tengah Pesut Etam. Tantangan terbuka dari Lefundes seolah menjadi sinyal bagi publik sepak bola tanah air bahwa Samarinda memiliki "permata" yang sudah sangat siap untuk panggung yang lebih besar. (rz/upi)
Editor : Indra Zakaria