Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Cuma 3 Menang dari 16 Laga, Semen Padang FC Resmi Pecat Dejan Antonic

Redaksi Prokal • 2026-03-06 07:30:00

Dejan Antonic
Dejan Antonic

 

PADANG – Badai akhirnya meruntuhkan kursi kepelatihan Dejan Antonic di Semen Padang FC. Manajemen tim berjuluk Kabau Sirah tersebut secara resmi mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan pelatih asal Serbia itu melalui pernyataan emosional di akun Instagram resmi klub, sebuah langkah yang langsung mengguncang jagat sepak bola Super League 2025/2026.

Keputusan pahit ini diambil manajemen setelah rentetan hasil buruk yang membuat posisi tim kian terpojok di papan klasemen. "Thanks Coach @dejan.antonic All the best, Coach! Keep doing great things," tulis pernyataan resmi klub sebagai salam perpisahan.

Pihak manajemen menjelaskan bahwa pencopotan Dejan bukan keputusan yang diambil secara impulsif, melainkan hasil dari dialog panjang dengan para petinggi klub. "Kebersamaan Tim Kabau Sirah dengan Coach Dejan harus berakhir. Keputusan ini diambil Manajemen Semen Padang FC setelah melakukan pertimbangan dan diskusi dengan Komisaris dan Penasehat Tim," lanjut unggahan tersebut.

Statistik menjadi hakim paling kejam bagi Dejan. Dari 16 laga yang dijalani, ia hanya mampu memberikan tiga kemenangan, sementara sembilan laga lainnya berakhir dengan kekalahan memilukan. Dengan rata-rata hanya 0,81 poin per pertandingan, produktivitas gol tim juga menjadi rapor merah yang tak terelakkan; hanya mencetak 14 gol namun kebobolan hingga 29 kali.

Laga imbang tanpa gol melawan PSIM Jogjakarta pada Rabu (4/3/2026) lalu menjadi panggung terakhir bagi Dejan. Pertandingan tersebut seolah menjadi puncak dari tumpulnya lini serang yang sudah lama dikeluhkan para pendukung setia. Sebelumnya, mental tim sempat rontok usai digilas Bhayangkara FC 4-0 dan ditahan imbang Malut United di kandang sendiri.

Tekanan terhadap eks pelatih Persib Bandung itu sebenarnya sudah mencapai titik didih sejak pertengahan Februari, saat Kabau Sirah dicukur habis oleh Arema FC dengan skor 3-0. Meski sempat memberikan harapan lewat kemenangan tipis 1-0 atas Persita pada 8 Februari, nyatanya itu hanya menjadi "napas buatan" sebelum akhirnya performa tim kembali terjun bebas.

Defisit 15 gol menjadi bukti nyata rapuhnya koordinasi pertahanan yang tak kunjung teratasi di bawah kendali Dejan. Kini, publik Sumatera Barat menanti siapa sosok nakhoda baru yang mampu menjinakkan kembali amukan Kabau Sirah dan menyelamatkan tim dari ancaman degradasi yang kian nyata di depan mata. (*)

Editor : Indra Zakaria