Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Borneo FC Protes Keras Penunjukan Wasit asal Bandung Jelang Laga Kontra Persebaya

Redaksi Prokal • 2026-03-07 06:30:00

Dandri Dauri saat masih menjabat manajer Borneo FC.
Dandri Dauri saat masih menjabat manajer Borneo FC.

SAMARINDA- Tensi tinggi menyelimuti persiapan Borneo FC menjelang laga krusial menjamu Persebaya Surabaya yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (7/3/2026) malam. Bukannya fokus sepenuhnya pada strategi lapangan, kubu tuan rumah justru dibuat meradang oleh keputusan otoritas liga yang menunjuk Yudi Nurcahya sebagai pengadil lapangan. Protes keras ini mencuat karena sang wasit berasal dari Bandung, sebuah fakta yang dinilai sensitif mengingat persaingan ketat di papan atas klasemen saat ini.

Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, mengungkapkan keberatan tersebut dengan nada sangsi sesaat sebelum sesi konferensi pers pralaga dimulai. Menurutnya, penunjukan wasit asal Bandung di tengah persaingan sengit antara Borneo FC, Persija, dan Persib Bandung dalam perebutan gelar juara Liga 1 memicu tanda tanya besar. Selisih poin yang sangat tipis di tiga besar membuat setiap keputusan di lapangan menjadi sangat krusial, dan Dandri khawatir faktor kedaerahan dapat menimbulkan kecurigaan yang tidak perlu.

Dandri juga menyoroti kejanggalan informasi yang beredar, di mana publik justru lebih banyak membahas laga tunda pekan ke-21 melawan Persib pada 15 Maret mendatang yang kabarnya akan dipimpin wasit asing. Ia mempertanyakan mengapa untuk laga kontra Persebaya kali ini, penyelenggara tidak memilih wasit berlisensi FIFA lainnya yang lebih netral secara geografis. Baginya, ini bukan soal ketakutan menghadapi Persebaya, melainkan upaya menjaga agar integritas kompetisi tidak dicederai oleh spekulasi liar.

Kekhawatiran Borneo FC bukan tanpa alasan, mengingat rekam jejak Yudi Nurcahya saat memimpin laga Pesut Etam melawan Bali United pada putaran pertama lalu yang meninggalkan catatan merah di benak manajemen. Dandri menegaskan bahwa pihaknya hanya menginginkan sportivitas yang murni tanpa embel-embel aroma kedaerahan yang berpotensi memicu kesalahpahaman. Dengan laga yang tinggal hitungan jam, publik kini menanti apakah protes ini akan memengaruhi jalannya pertandingan di Samarinda malam ini. (*)

Editor : Indra Zakaria