Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Arema FC Tumbang di Kandang, Marcos Santos Soroti "Penyakit" Babak Pertama

Redaksi Prokal • 2026-03-07 11:10:00

Pesepak bola Bali United Diego De Jesus Campos Ballestero (kanan) berusaha merebut bola dari pesepak bola Arema FC Ilham Rio Fahmi
Pesepak bola Bali United Diego De Jesus Campos Ballestero (kanan) berusaha merebut bola dari pesepak bola Arema FC Ilham Rio Fahmi

MALANG – Stadion Kanjuruhan menjadi saksi bisu kekalahan dramatis Arema FC saat menjamu Bali United dengan skor tipis 4-3, Jumat malam. Kekalahan ini memicu reaksi keras dari sang pelatih, Marcos Santos, yang langsung menjanjikan evaluasi total terhadap performa Singo Edan yang dianggap tidak konsisten.

Dalam sesi konferensi pers usai laga, Marcos tidak menutupi kekecewaannya terhadap penampilan anak asuhnya di paruh pertama pertandingan. Kelengahan lini pertahanan membuat tim tamu leluasa menyarangkan bola. "Penampilan kami di pertandingan babak yang pertama kami kurang, ini menyulitkan. Tapi di babak kedua kami bisa bermain bagus," ujar Marcos, Jumat (6/3/2026).

Dua gol pembuka Bali United yang dilesakkan Teppei Yachida pada menit ke-22 dan Diego Campos pada menit ke-66 (akumulasi serangan sejak babak pertama) menjadi bukti rapuhnya konsentrasi Arema. Marcos mengakui bahwa timnya memiliki tren buruk, yakni kerap kecolongan gol krusial di awal laga.

Penyakit "telat panas" ini bukan pertama kalinya terjadi. Sebelumnya, Arema FC juga harus bertekuk lutut 3-1 di tangan Borneo FC setelah kebobolan tiga gol cepat di babak pertama. Hal serupa terulang saat melawan Madura United, di mana gawang Arema jebol tepat di penghujung babak pertama.

Marcos menegaskan bahwa fokus utama evaluasi kali ini adalah pembenahan mental dan konsistensi. "Harus siap dan fokus untuk mengembalikan mental pemain sehingga mampu tampil lebih baik," tegasnya. Ia ingin para pemain menjaga intensitas permainan sejak peluit pertama dibunyikan hingga laga berakhir.

Senada dengan pelatih, gelandang senior Arema FC, Julian Guevara, merasa bertanggung jawab atas hasil minor ini. Pemain asal Kolombia tersebut mengakui adanya masalah performa dalam tiga laga terakhir yang membuat timnya sulit bersaing.

"Aku sebagai pemain senior punya tanggung jawab untuk itu. Kami juga tahu bahwa ada masalah di tiga pertandingan," tutur Guevara. Ia mengajak rekan-rekannya untuk segera bangkit demi membawa Arema FC kembali merangkak naik ke papan atas klasemen. (*)

 

Editor : Indra Zakaria