JOGJAKARTA- Dinamika papan bawah BRI Super League 2025/26 mengalami pergeseran signifikan setelah tuntasnya sejumlah laga pada Senin (9/3) malam. Kemenangan krusial yang diraih Semen Padang FC atas PSBS Biak tidak hanya memberikan napas baru bagi tim berjuluk Kabau Sirah tersebut, tetapi juga membuat persaingan untuk lolos dari jerat degradasi menjadi semakin sengit dan sulit diprediksi.
Kebangkitan Semen Padang FC ditandai dengan debut manis pelatih kepala baru, Imran Nahumarury, yang masuk menggantikan Dejan Antonic. Bertanding di Stadion Maguwoharjo, tim kebanggaan Ranah Minang ini sukses menundukkan PSBS Biak dengan skor 2-0. Dua gol kemenangan diborong oleh Guillermo pada menit ke-70 dan masa injury time babak kedua. Hasil ini sekaligus memutus tren negatif Semen Padang FC yang sempat terpuruk di dasar klasemen dalam beberapa pekan terakhir.
Saat ini, jarak poin di zona merah sangatlah tipis. Madura United FC, Persijap Jepara, dan Semen Padang FC kini sama-sama mengoleksi 20 poin, menempati peringkat ke-14 hingga ke-16. Di bawah mereka, PSBS Biak membayangi dengan 18 poin, disusul Persis Solo sebagai juru kunci dengan 17 poin. Bahkan PSM Makassar yang berada di posisi ke-13 dengan 24 poin pun belum sepenuhnya aman dari kejaran tim-tim di bawahnya.
Persijap Jepara menjadi salah satu tim yang menunjukkan grafik peningkatan paling stabil dengan merangkak naik dari posisi ke-17 di pekan ke-21 hingga kini bertengger di peringkat ke-15. Laskar Kalinyamat berpeluang besar menggeser Madura United jika mampu mencuri poin saat menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung pada Rabu (11/3) besok.
Dengan menyisakan 10 pertandingan hingga akhir musim, setiap poin yang diperebutkan akan menjadi sangat krusial bagi lima tim terbawah ini. Selisih poin yang sangat rapat memastikan bahwa perubahan posisi di klasemen masih akan terus terjadi setiap pekannya, menjadikan perjuangan bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini sebagai salah satu drama yang paling dinantikan oleh para pecinta sepak bola nasional.
Editor : Indra Zakaria