PROKAL.CO- Manajemen Madura United akhirnya mengambil langkah tegas menyusul keterpurukan tim di kompetisi Super League 2025/2026. Pelatih kepala asal Brasil, Carlos Parreira, resmi diberhentikan dari jabatannya setelah rentetan hasil buruk yang membuat Laskar Sape Kerrab tak kunjung meraih kemenangan dalam 10 pertandingan terakhir.
Performa mengecewakan ini menempatkan Madura United di posisi sulit, yakni peringkat ke-16 klasemen sementara atau berada di zona merah degradasi. Dengan hanya mengantongi 20 poin dari 25 laga, posisi mereka kini sejajar dengan Persis Solo dan Semen Padang, sebuah catatan yang jauh dari target awal musim manajemen.
Manajer Madura United, Umar Wachdin, menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui proses evaluasi yang mendalam. Carlos Parreira dianggap bertanggung jawab atas merosotnya performa tim yang hanya mampu mencatatkan satu kemenangan dari total 14 laga di bawah asuhannya. Sisanya, tim mencatat empat hasil imbang dan sembilan kekalahan.
"Coach Carlos Parreira menyadari kegagalannya dan menyatakan kesediaannya untuk mundur. Kami sepakat bahwa perubahan harus dilakukan demi menyelamatkan tim," ungkap Umar Wachdin.
Saat ini, manajemen Madura United tengah memanfaatkan momentum libur Lebaran untuk berburu pelatih baru. Targetnya, nakhoda anyar sudah harus memimpin tim sebelum kompetisi kembali bergulir pada 5 Maret mendatang, di mana Madura United dijadwalkan menghadapi lawan tangguh, Borneo FC. Pelatih baru nantinya mengemban tugas berat untuk memulihkan mental pemain dan membawa tim keluar dari ancaman degradasi di sisa musim ini.(*)
Editor : Indra Zakaria