Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Bungkam Kritik Netizen, Mauricio Souza: Persija Tetap Lebih Baik Meski Gagal Menang!

Redaksi Prokal • 2026-03-17 11:48:46

Mauricio Souza memilih fokus evaluasi tim Persija Jakarta meski diterpa kritik usai hasil imbang kontra Dewa United. (Instagram/@mauricio___souza_)
Mauricio Souza memilih fokus evaluasi tim Persija Jakarta meski diterpa kritik usai hasil imbang kontra Dewa United. (Instagram/@mauricio___souza_)

PROKAL.CO- Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, memilih untuk tidak ambil pusing dengan derasnya kritik netizen di media sosial usai timnya ditahan imbang 1-1 oleh Dewa United di Jakarta International Stadium. Meski hasil di kandang tersebut memicu kekecewaan mendalam bagi Jakmania, juru taktik asal Brasil ini menegaskan bahwa fokus utamanya tetap pada evaluasi teknis dan pembenahan performa tim di sisa laga Super League 2025/2026.

Kekecewaan suporter dianggap Mauricio sebagai hal yang wajar, namun ia merasa hasil imbang tersebut bukanlah cerminan dari perjuangan anak asuhnya. Gol telat Emaxwell Souza di masa injury time babak pertama sebenarnya sempat membawa Macan Kemayoran memimpin, sebelum akhirnya disamakan oleh Alexis Messidoro di paruh kedua.

“Tentu saja para suporter berhak untuk kecewa. Apa yang mereka rasakan, kami juga merasakannya. Namun saya tidak melihat kurangnya usaha di lapangan. Tidak ada tim yang datang bermain melawan kami yang benar-benar lebih baik dari kami. Hari ini kami lebih baik dari Dewa United,” ujar Mauricio.

Ia juga mengakui bahwa jalannya pertandingan tersebut memang kurang menarik untuk ditonton. Menurutnya, kondisi rumput lapangan yang kurang ideal turut memperburuk skema permainan kedua tim di atas rumput.

“Pertandingan ini memang tidak indah. Semua orang tahu itu, dan saya juga setuju. Tetapi di lapangan yang buruk, permainan juga menjadi buruk,” katanya menambahkan.

Menanggapi komentar miring di jagat maya yang meragukan konsistensi Persija, Mauricio memilih untuk menjaga stabilitas mental ruang ganti. Ia enggan membiarkan opini publik mengganggu kinerjanya dalam menganalisis data dan performa pemain secara objektif.

“Jangan hanya mempertimbangkan apa yang dikatakan di media sosial, karena saya fokus pada hal-hal yang bisa saya kendalikan. Saya menganalisis performa, bukan hanya hasil,” tegasnya.

Komitmen untuk membawa Persija bangkit terus ia tunjukkan melalui kerja keras di belakang layar. Mauricio mengungkapkan bahwa dirinya sering menghabiskan waktu hingga dini hari hanya untuk meramu strategi agar tim bisa memberikan hasil maksimal bagi para pendukung setianya.

“Kami merasakan kekecewaan para suporter, dan itu juga menjadi kekecewaan kami. Kami bekerja setiap hari, di bawah terik matahari maupun hujan. Saya pulang pukul 01.00 pagi demi memikirkan bagaimana memberikan kegembiraan untuk kita semua. Kami akan berjuang sampai akhir,” tuturnya.

Ujian berikutnya bagi Macan Kemayoran akan tersaji pada pekan ke-26 saat mereka dijadwalkan bersua Bhayangkara Presisi Lampung FC. Laga ini menjadi momentum krusial bagi Mauricio untuk membuktikan bahwa Persija masih konsisten di jalur juara.

Secara statistik, posisi Persija sebenarnya masih cukup kompetitif di papan atas klasemen. Dari 24 pertandingan, mereka sukses mengemas 15 kemenangan, 4 hasil imbang, dan 5 kekalahan dengan total 49 poin. Rata-rata 2,04 poin per pertandingan menjadi modal kuat bagi Mauricio untuk menjawab kritik lewat pembuktian di lapangan hijau pada laga-laga mendatang. (*)

Editor : Indra Zakaria