Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Penebusan Dosa Emaxwell Souza: Dari Pahlawan Jadi Pesakitan, Janji Bangkit Demi Jakmania!

Redaksi Prokal • 2026-03-17 13:45:00

Maxwell Souza merayakan gol pembuka Persija Jakarta ke gawang Dewa United pada laga Super League 20252026 di Jakarta International Stadium. (Persija)
Maxwell Souza merayakan gol pembuka Persija Jakarta ke gawang Dewa United pada laga Super League 20252026 di Jakarta International Stadium. (Persija)

 

PROKAL.CO- Hasil imbang 1-1 yang diraih Persija Jakarta saat menjamu Dewa United di Jakarta International Stadium (15/3) menyisakan drama emosional yang mendalam. Laga ini menjadi panggung bagi Emaxwell Souza yang merasakan pahit manisnya sepak bola hanya dalam rentang waktu 90 menit.

Penyerang andalan Macan Kemayoran tersebut sempat membawa seisi stadion bergemuruh lewat gol pembukanya pada menit ke-45+4. Gol di penghujung babak pertama itu sempat menyalakan api optimisme bahwa tiga poin akan tetap bertahan di Jakarta. Namun, takdir berkata lain saat peluang emas untuk mengunci kemenangan sirna di menit-menit akhir pertandingan.

Drama memuncak ketika Persija mendapatkan hadiah penalti yang bisa mengubah skor menjadi 2-1. Sial bagi tuan rumah, eksekusi yang diambil oleh Maxwell gagal bersarang di gawang lawan. Hasil imbang ini pun terasa menyesakkan, mengingat Persija tampil dominan dengan determinasi tinggi sepanjang laga.

Usai pertandingan, Maxwell tidak bersembunyi. Dengan jiwa besar, pemain asal Brasil tersebut mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada seluruh elemen tim serta suporter yang memenuhi tribun.

“Sepak bola terkadang bisa menghadirkan kegembiraan dan kesedihan dalam pertandingan yang sama, itu terjadi padaku. Kesalahan seharusnya menjadi pelajaran untuk perjalanan panjang di depan,” ujar Maxwell dengan tegar.

Ia menegaskan bahwa kegagalan tersebut tidak akan mematahkan semangatnya. Sebaliknya, momen ini akan ia jadikan pemacu untuk tampil lebih garang di pertandingan berikutnya. Ia sadar betul bahwa ekspektasi di pundaknya sangat besar sebagai tumpuan lini depan.

“Pikiranku kuat dan tetap terlindungi. Aku akan bangkit dan kembali lebih kuat. Mimpi tetap hidup, harapan belum mati. Saya bertanggung jawab penuh dan meminta maaf kepada rekan setim serta para penggemar. Perjuangan berlanjut dan saya akan terus memberikan yang terbaik,” katanya menambahkan.

Sikap ksatria ini mendapat apresiasi di tengah kekecewaan hasil akhir. Kedewasaan Maxwell dianggap sebagai karakter penting bagi stabilitas tim. Terlebih, kontribusinya sepanjang musim Super League 2025/2026 memang sangat vital.

Hingga pekan ke-24, Maxwell telah membukukan 14 gol, yang berarti ia mencetak rata-rata 0,6 gol per laga. Efisiensi luar biasa ini menjadikannya mesin gol utama tim dengan catatan rata-rata satu gol setiap 141 menit. Tak hanya tajam, ia juga merupakan kreator serangan yang ulung dengan torehan tiga assist dan 1,3 umpan kunci per pertandingan.

Kemampuannya dalam mengacak-acak pertahanan lawan juga tercermin dari statistik dribel suksesnya yang mencapai 74 persen. Agresivitasnya di sisi kanan penyerangan seringkali memaksa lawan melakukan pelanggaran untuk menghentikan lajunya.

Meski gagal mengonversi penalti kali ini, catatan disiplin dan kerja kerasnya dalam membantu pertahanan—dengan 2,2 pemulihan bola per laga—membuktikan bahwa Maxwell adalah pemain yang komplet secara taktik. Kini, Jakmania menanti pembuktian janjinya untuk menebus kegagalan tersebut saat Persija melanjutkan perjuangan di papan atas klasemen. (*)

Editor : Indra Zakaria