JAKARTA – Dinamika di kursi kepelatihan Persija Jakarta kembali memanas seiring munculnya gelombang kerinduan dari para suporter, Jakmania, terhadap sosok mantan pelatih mereka, Thomas Doll. Tekanan ini mencuat di tengah evaluasi performa tim yang dinilai belum stabil di bawah nakhoda saat ini, Mauricio Souza.
Memori manis publik Jakarta terhadap Thomas Doll memang sulit terhapus, terutama merujuk pada statistik impresif musim 2022/2023. Kala itu, pelatih asal Malchin, Jerman Timur tersebut berhasil mencatatkan 19 kemenangan dari 33 pertandingan. Di bawah arahannya, Macan Kemayoran tampil tajam dengan koleksi 45 gol dan pertahanan kokoh yang hanya kebobolan 27 kali, serta mengakhiri musim dengan torehan total 63 poin.
Meski pada musim berikutnya sempat terjadi penurunan performa, raihan 12 kemenangan dengan total 47 poin yang diraih Doll dinilai masih jauh lebih meyakinkan dibandingkan kondisi tim saat ini. Karakter kepemimpinan Doll yang tegas, disiplin, serta pendekatan taktik 3-4-2-1 yang jelas dengan standar tinggi lisensi Pro UEFA, dianggap telah memberikan identitas permainan yang kuat bagi Persija selama masa jabatannya.
Di sisi lain, Mauricio Souza kini berada dalam sorotan tajam. Meski sebenarnya belum bisa dikatakan gagal sepenuhnya, Souza dituntut untuk segera membuktikan kapasitasnya setelah jeda kompetisi berakhir. Momen pasca-Lebaran diprediksi akan menjadi titik balik sekaligus ujian nyata bagi pelatih asal Brasil tersebut melalui program latihan intensif yang telah dirancang.
Situasi ini menempatkan manajemen Persija Jakarta dalam posisi dilematis antara menjaga stabilitas tim atau merespons tuntutan besar dari suporter. Sejarah sepak bola modern menunjukkan bahwa tekanan publik sering kali menjadi faktor penentu dalam pengambilan keputusan klub, meskipun mengganti pelatih di tengah musim bukanlah perkara mudah.
Kini, masa depan kepemimpinan di skuad Macan Kemayoran sangat bergantung pada hasil pertandingan mendatang. Jika performa tim tak kunjung membaik, desakan untuk mengakhiri kerja sama dengan Mauricio Souza dan membuka pintu kembali bagi Thomas Doll dipastikan akan semakin tak terbendung. Suara Jakmania tetap menjadi variabel penting yang tidak bisa dipandang sebelah mata dalam menentukan arah kebijakan klub ke depan.(*)
Editor : Indra Zakaria