SOLO – Awan mendung kian pekat menyelimuti Stadion Manahan. Persis Solo gagal memaksimalkan status tuan rumah setelah dipaksa bermain imbang kacamata 0-0 oleh Persebaya Surabaya pada pekan ke-32 Super League 2025/2026, Sabtu (9/5) malam. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Laskar Sambernyawa yang kini kian terhimpit di jurang degradasi.
Tampil di depan ribuan pendukung setia, Persis Solo sebenarnya sempat tertekan di awal laga. Pelatih Milomir Seslija mengakui anak asuhnya telat panas dan kesulitan menjalankan instruksi taktik pada menit-menit awal. "Kami baru mulai berkembang di 15 menit terakhir babak pertama. Di babak kedua kami sebenarnya sangat dominan, tapi sayangnya para pemain sering terburu-buru dalam penyelesaian akhir," ungkap sosok yang akrab disapa Milo tersebut.
Meski mengurung pertahanan Green Force sepanjang babak kedua, penyelesaian akhir yang buruk dan organisasi pertahanan Persebaya yang disiplin membuat papan skor tak berubah hingga peluit panjang berbunyi.
Tambahan satu poin ini terasa sangat hambar. Persis Solo masih tertahan di posisi ke-16 dengan 28 poin, tertinggal tiga angka dari Persijap Jepara yang berada di batas aman. Situasi kini berada di luar kendali mereka; jika Persijap mampu memetik kemenangan atas Persita Tangerang hari ini, maka jarak poin akan semakin melebar.
Tak hanya Persijap, Madura United yang berada di posisi ke-14 juga masih membayangi. Dengan hanya menyisakan dua pertandingan, Persis Solo kini berada dalam skenario wajib menang sambil berharap para rival tergelincir.
Milo tidak menampik bahwa kualitas lawan menjadi penghalang besar. Ia memuji Persebaya sebagai tim berkualitas yang mampu meredam gelombang serangan timnya meski terus digempur. Namun, ia juga menyoroti produktivitas gol timnya yang macet di saat-saat paling krusial musim ini.
"Dua laga tersisa adalah hidup mati bagi kami. Kami tidak punya pilihan selain tampil habis-habisan dan memperbaiki efektivitas di depan gawang," tegas Milo. Kini, napas Laskar Sambernyawa di kasta tertinggi sepak bola Indonesia kian sesak. Atmosfer panas di Manahan semalam menjadi bukti betapa besarnya harapan suporter, namun keajaiban kini harus segera datang jika Persis tidak ingin turun kasta di akhir musim nanti. (*)
Editor : Indra Zakaria