Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Persija Tumbang di Samarinda, Mauricio Souza Semprot Kepemimpinan Wasit Asal Uzbekistan

Redaksi Prokal • Senin, 11 Mei 2026 | 19:50 WIB
Pemain Persib Bandung Eliano dikawal pemain Persija.
Pemain Persib Bandung Eliano dikawal pemain Persija.

SAMARINDA – Atmosfer panas duel bertajuk El Clasico Indonesia antara Persija Jakarta kontra Persib Bandung di Stadion Segiri berakhir dengan kekecewaan mendalam bagi kubu Macan Kemayoran. Tak hanya karena menelan kekalahan tipis 1-2 pada laga pekan ke-32 Super League 2025/2026, Minggu (10/5/2026), namun pelatih Persija, Mauricio Souza, dibuat meradang oleh kepemimpinan wasit asing asal Uzbekistan, Firdavs Norsafarov. Kekalahan ini terasa kian pahit karena Persija dipastikan tereliminasi dari persaingan gelar juara musim ini.

Pertandingan sejatinya sempat berpihak pada Persija saat Alaeddine Ajaraie mencetak gol pembuka di menit ke-19. Namun, dua gol balasan dari Adam Alis sukses membalikkan keadaan untuk Persib. Di balik drama skor tersebut, Souza menyoroti sejumlah keputusan wasit yang dianggapnya tidak adil, terutama insiden tekel keras Luciano Guaycochea terhadap Rayhan Hannan. Meski kaki Hannan terinjak cukup parah, wasit hanya mengeluarkan kartu kuning, sebuah keputusan yang membuat Souza merasa timnya sangat dirugikan.

Kekecewaan juru taktik asal Brasil itu memuncak karena menganggap pelanggaran tersebut seharusnya berbuah kartu merah tanpa perlu perdebatan panjang. "Tidak puas. Tekel terhadap Hannan itu seharusnya kartu merah langsung, bahkan tidak perlu VAR. Tapi VAR pun tidak memanggil wasit untuk melihatnya. Saya sudah tidak tahu lagi berapa kali kami dirugikan dalam kompetisi ini," tegas Souza dengan nada geram saat sesi konferensi pers usai laga. Ia juga menyinggung pelanggaran terhadap Allano Lima di depan kotak penalti yang diabaikan begitu saja oleh sang pengadil lapangan.

Souza menilai ada ketimpangan dalam pemberian kartu, di mana Persija menerima dua kartu kuning di babak pertama sementara kubu lawan bersih dari peringatan meski melakukan pelanggaran yang dianggapnya serupa. Baginya, integritas pertandingan dipertanyakan jika pelanggaran berat yang membuat pemain harus ditarik keluar lapangan tidak diganjar hukuman setimpal. "Kalau pelanggaran terhadap Hannan, yang bahkan membuatnya harus keluar dari pertandingan, tidak dianggap kartu merah, maka saya sudah tidak tahu lagi apa itu sepak bola. Sekarang semuanya memang harus dievaluasi," tambahnya lagi.

Kekalahan di Samarinda ini resmi menutup peluang Persija untuk mengejar posisi puncak klasemen yang kini dihuni Persib Bandung dengan 75 poin. Dengan hanya dua laga tersisa, koleksi 65 poin milik Macan Kemayoran tak lagi mampu mengejar laju Pangeran Biru maupun Borneo FC dalam perburuan mahkota juara. Souza pun mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja wasit di kompetisi sepak bola Indonesia agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merugikan tim yang sudah berjuang maksimal di lapangan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#persija