Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Menjemput Keajaiban Juara, Pusamania Diimbau Tak Nyalakan Flare dan Petasan di Laga Pamungkas

Redaksi Prokal • Kamis, 21 Mei 2026 | 09:00 WIB
Suporter Borneo FC.
Suporter Borneo FC.

PROKAL.CO- Ketegangan dan doa dipastikan bakal menyelimuti Stadion Segiri Samarinda saat Borneo FC melakoni partai pamungkas musim ini pada Sabtu (23/5/2026) mendatang. Meski peluang untuk merengkuh trofi juara terbilang menipis, asa untuk mencetak sejarah baru tetap menyala di dada para pendukung setia Pesut Etam. Skenario juara yang mulanya enggan bergantung pada tim lain, kini terpaksa menuntut Borneo FC berharap pada keajaiban, di mana mereka wajib menumbangkan Malut United sembari berdoa agar Persijap Jepara mampu menjegal Persib Bandung di kandangnya.

Ketua Pusamania, Lasihadu, mengungkapkan bahwa seluruh elemen suporter kini hanya bisa berserah sambil terus memberikan dukungan moral terbesar di sisa kompetisi. “Sekarang kami hanya berdoa, semoga ada keajaiban walaupun peluang untuk juara sangat tipis. Tapi tak ada yang tak mungkin dalam sepak bola,” ujar pria yang akrab disapa Adhu tersebut. Ia pun mengajak seluruh pencinta Borneo FC untuk memadati stadion dan mengapresiasi capaian luar biasa tim musim ini, sembari menyerukan gerakan untuk "mengorenkan" Tribun Timur pada laga penutup tersebut.

Guna menyemarakkan atmosfer pertandingan, Pusamania dipastikan tengah menyiapkan koreografi kreatif di dalam stadion yang masih dirahasiakan detailnya. Kendati antusiasme diprediksi bakal memuncak, Adhu memberikan pesan mendalam agar para suporter dan penonton tetap menjaga kedewasaan dengan mematuhi seluruh regulasi yang ditetapkan oleh operator kompetisi. Dirinya mengimbau dengan sangat agar tidak ada oknum yang menyalakan flare maupun petasan, baik sebelum, selama, maupun setelah peluit panjang dibunyikan.

Imbauan tegas ini dikeluarkan berkaca dari tren negatif di pekan ke-33 sebelumnya, di mana sejumlah suporter tim lain merayakan laga kandang terakhir dengan pesta flare hingga aksi turun ke lapangan yang merusak ketertiban. Adhu berharap kultur santun dan tertib yang selama ini melekat pada suporter Samarinda tetap terjaga demi merawat fasilitas Stadion Segiri. “Jadi meski pertandingan terakhir, saya meminta kepada teman-teman untuk tidak menyalakan flare, petasan dan yang lebih penting tak turun ke lapangan. Kita tak boleh mencontoh suporter lain yang melakukan hal tersebut,” pungkasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
#borneo fc