SAMARINDA – Drama perebutan takhta tertinggi sepak bola tanah air akhirnya mencapai garis finis yang tragis bagi Borneo FC. Meski sukses melakukan pesta gol dengan melumat Malut United 7-1 di Stadion Segiri pada pekan ke-34, tim berjuluk Pesut Etam ini harus merelakan gelar juara jatuh ke tangan Persib Bandung.
Kemenangan telak Borneo FC tak mampu membendung Persib yang resmi mengunci gelar juara mereka untuk ketiga kalinya secara beruntun. Kepastian itu didapat setelah Maung Bandung bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Walau kedua tim mengoleksi poin identik yakni 79 poin, Persib tetap berhak menduduki singgasana juara berkat keunggulan head-to-head.
"Kami sudah memberikan segalanya di lapangan. Skor 7-1 ini adalah bukti kami bertarung sampai menit terakhir. Sedih pasti ada, tapi inilah sepak bola," ujar salah satu penggawa Borneo FC di lorong stadion dengan mata berkaca-kaca.
Di hadapan pendukungnya sendiri, Borneo FC sebenarnya tampil nyaris tanpa cela demi mengejar asa yang tersisa. Mariano Peralta dan Koldo Obieta masing-masing menyumbang dua gol, yang kemudian dilengkapi oleh aksi Juan Villa, M. Sihran, dan Kaino Nunes. Sementara itu, Malut United hanya mampu membalas lewat gol semata wayang Frets Butuan.
Sayangnya, keajaiban yang diharapkan dari Stadion GBLA tidak kunjung datang. Persijap Jepara yang diharapkan bisa menjegal Persib, hanya mampu menahan imbang tanpa gol hingga peluit panjang berbunyi.
Borneo FC Tetap Borong Penghargaan Individu
Meski gagal mengangkat trofi utama, Pesut Etam tidak pulang dengan tangan hampa. Selain mengamankan tiket ke kompetisi Asia musim depan, dua pilar utama mereka sukses dinobatkan sebagai yang terbaik musim ini.
Mariano Peralta terpilih sebagai Pemain Terbaik setelah tampil tajam dengan torehan 20 gol sepanjang musim. Langkah manis ini diikuti oleh sang penjaga gawang, Nadeo Argawinata, yang dinobatkan sebagai Kiper Terbaik berkat catatan impresif 138 penyelamatan luar biasa di bawah mistar gawang. Sayangnya, Borneo FC harus merelakan gelar Pelatih Terbaik dan Pemain Muda Terbaik, setelah nama Fabio Lefundes dan Rivaldo Pakpahan gagal keluar sebagai pemenang.
Usai laga yang emosional tersebut, Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, langsung turun ke lapangan untuk berbicara dan menenangkan para suporter yang memadati stadion. Ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan tanpa henti sepanjang musim ini.
“Kita tetap bisa mengangkat kepala dengan apa yang sudah dicapai di musim ini. Semua tak ada yang menyangka Borneo FC bisa memberikan tekanan hingga akhir musim pada Persib dan tim besar lainnya," tegas Dandri dengan suara lantang di hadapan penonton.
Ia juga menambahkan bahwa pencapaian musim ini adalah sebuah batu loncatan yang luar biasa bagi klub asal Samarinda tersebut. "Saya pikir, kita sama sekali tak gagal. Justru sebaliknya, inilah pencapaian terbaik dan Insya Allah musim depan bisa menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya yang langsung disambut tepuk tangan riuh dari tribun penonton. (upi)
Editor : Indra Zakaria