PROKAL.CO- Langkah Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 harus berakhir prematur dan menyakitkan. Target tinggi yang diusung sang juru taktik asal Inggris, John Herdman, hancur lebur usai skuad Garuda dipastikan tersingkir lebih awal di fase grup.
Kepastian pahit itu didapat setelah Indonesia ditahan imbang 1-1 oleh Singapura pada laga pamungkas Grup A di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026). Sempat berada di atas angin lewat gol Ragnar Oratmangoen, asa Indonesia buyar setelah Ilhan Fandi mencetak gol balasan untuk Singapura di menit ke-66. Hasil ini memperpanjang rekor kelam Garuda yang sudah enam kali gugur di fase grup sepanjang sejarah Piala AFF.
Meski diterpa gelombang kekecewaan publik, Herdman enggan mencari kambing hitam dan tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya di lapangan. "Para pemain kami sudah memberikan semuanya di lapangan. Mereka memberikan seluruh kemampuan mereka, tetapi kami tidak mendapatkan apa yang kami inginkan," ungkap mantan pelatih Timnas Kanada tersebut.
Di balik kegagalan ini, Herdman tak menampik rasa sedih mendalam, terutama melihat deretan pemain senior yang harus mengubur mimpi mempersembahkan trofi bagi Merah Putih. "Mereka benar-benar memberikan kesempatan terbaiknya, membuat banyak pengorbanan untuk berada di sini, dan sangat ingin memenangkan trofi untuk Indonesia. Sayangnya, mereka tidak mendapatkannya," tutur Herdman.
Kendati demikian, sang pelatih melihat secercah harapan dari panggung Piala AFF ini. Turnamen ini memang difungsikan sebagai wadah unjuk gigi para pemain lokal dan talenta muda. Salah satu yang mencuri perhatian Herdman adalah striker muda berusia 19 tahun, Mitchell Lee Baker, yang dinilai menunjukkan lonjakan performa signifikan.
Gagal di Piala AFF tak membuat Herdman patah arang. Ia menegaskan bahwa proyek besar pembangunan Timnas Indonesia terus berjalan. Fokusnya kini langsung dialihkan ke ajang FIFA ASEAN Cup yang bakal bergulir pada periode September–Oktober 2026.
Berbeda dengan Piala AFF yang tak masuk kalender resmi, FIFA ASEAN Cup berada di bawah naungan FIFA. Situasi ini memungkinkan Timnas Indonesia tampil dengan kekuatan penuh (full team) dengan memanggil deretan pemain yang berkarier di luar negeri (abroad), seperti Jay Idzes, Ole Romeny, hingga Thom Haye.
"Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan memperjuangkan tempat mereka. FIFA ASEAN sudah di depan mata dan itu menjadi kompetisi yang sangat penting bagi kami," tegas Herdman. Ujian sesungguhnya bagi Herdman kini menanti di FIFA ASEAN Cup, di mana publik menuntut pembuktian nyata saat skuad bertabur bintang Garuda diturunkan secara utuh. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co