SAMARINDA – Persaingan sengit dipastikan bakal mewarnai lini pertahanan terakhir Borneo FC untuk mengarungi kompetisi musim 2026/2027. Tim berjuluk Pesut Etam tersebut kini memiliki empat penjaga gawang tangguh yang siap berebut tempat utama, terdiri dari tiga kiper lokal dan satu legiun asing.
Keempat nama yang menghuni posisi di bawah mistar tersebut adalah Muhammad Ridho, Muhammad Darmawan, Rakasurya Handika, serta kiper asing Kadu Monteiro.
Meski harus bersaing ketat untuk memperebutkan posisi starter, kiper berpengalaman Muhammad Ridho menegaskan tidak menganggap ketiga rekannya sebagai rival. Menurutnya, iklim kompetisi internal di posisi penjaga gawang adalah hal yang sangat wajar dalam sebuah klub profesional.
“Saya senang bisa bekerja sama dengan semua pemain di Borneo. Untuk persaingan di bawah mistar itu hal yang biasa bagi kami. Namun, saya tidak merasa bahwa mereka adalah saingan saya. Kami saling support satu sama lain,” ujar Ridho.
Kembali berseragam Borneo FC membuat Ridho merasa seperti pulang ke rumah. Mantan pemain Bali United tersebut mengaku suasana keakraban di dalam tim tidak pernah berubah sejak pertama kali ia membela klub kebanggaan warga Samarinda tersebut.
“Suasana kekeluargaan di tim ini masih sama seperti saat saya pertama kali bermain di tim ini,” lanjutnya.
Dengan jadwal padat yang menanti Borneo FC di empat kompetisi berbeda musim ini, Ridho bertekad memberikan performa terbaiknya. Ia pun memasang target membawa pulang trofi ke Kota Samarinda.
“Borneo akan main di empat kompetisi musim ini. Saya berharap kita bisa juara di salah satu kompetisi tersebut,” tegas Ridho. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co