PROKAL.CO, SAMARINDA – Borneo FC Samarinda harus mengakui keunggulan Dewa United Banten FC dengan skor 1-3 pada lanjutan BRI Super League 2026/2027 di Stadion Segiri Samarinda, Rabu (16/9/2026).
Satu-satunya gol Borneo FC dalam pertandingan tersebut dicetak Ikhsan Nul Zikrak pada menit ke-49.
Usai kalah tersebut, Pelatih Borneo FC Samarinda, Mauro Jeronimo menilai ada sesuatu yang sulit untik dijelaskan karena menurutnya ada sejumlah situasi yang terjadi sepanjang pertandingan.
“Ini sesuatu yang mungkin sulit kita menjelaskan, kenapa? Ada beberapa hal yang terjadi,” katanya usai laga di sesi konferensi pers.
Mulanya, ia menyebut Borneo FC sebenarnya mampu mengontrol pertandingan. Setelah tertinggal 0-1, Pesut Etam berhasil menyamakan kedudukan dan kembali mengendalikan permainan.
“Begitu kita kebobolan 1-0, kita berhasil bikin seri, kita cetak gol. Lalu kita mulai kontrol pertandingan,” ujarnya.
Namun, ia menyebut Borneo FC kemudian kehilangan fokus hingga Dewa United mampu kembali mencetak gol dan mengubah jalannya pertandingan.
“Tiba-tiba kita ada hal yang kita lakukan, mungkin kita kehilangan fokus atau sesuatu, lalu terjadi gol,” jelasnya.
Selain persoalan fokus, pelatih berkebangsaan Portugal tersebut juga menyoroti dua insiden yang menurutnya turut memengaruhi jalannya pertandingan.
Insiden pertama terjadi sebelum Dewa United mencetak gol pertamanya. Mauro menilai pemain Borneo FC, Reva Adi Utama, mengalami pelanggaran ketika membawa bola.
“Di gol pertama mereka, Reva Adi Utama membawa bola, kemungkinan itu terjadi satu pelanggaran yang sangat besar. Yang tidak lihat cuma adalah wasit dan orang VAR karena terjadi satu situasi, satu aksi di mana mereka bikin pelanggaran,” ungkap Mauro.
Srlanjutnya ia juga menyinggung insiden lain di area pertahanan Dewa United yang menurutnya layak dipertimbangkan sebagai penalti untuk Borneo FC.
“Asgal Habib (Pemain Borneo FC) melakukan heading bola, ada dua orang yang bikin sandwich. Menurut saya itu juga penalti,” katanya.
Meski menilai terdapat sejumlah keputusan yang merugikan timnya, Mauro tetap menerima hasil pertandingan tersebut sebagai bagian dari sepak bola.
“Tapi inilah sepak bola. Ada hal-hal yang kita enggak bisa kontrol dan kita harus akui kita kalah,” tegasnya.
Sementara itu, pemain Borneo FC, Dika Adi berharap tim segera bangkit dan mendapatkan kemenangan pada pertandingan berikutnya.
“Semoga saja di pertandingan ke depan kita diberikan kemenangan lagi. Dan di pertandingan hari ini mungkin kita kalah sama Dewa dengan tim yang kurang baik dan semoga ke depan lebih baik lagi,” ujar Dika. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co