Meski Menang 1-0 atas Bali United, Pelatih Borneo FC Soroti Efisiensi Penyelesaian Akhir

Muhamad Yamin • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 13:59 WIB
Pelatih Borneo FC Mauro Jeronimo dan pemain FC Ruben Lopez.
Pelatih Borneo FC Mauro Jeronimo dan pemain FC Ruben Lopez.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Borneo FC Samarinda mengamankan tiga poin setelah mengalahkan Bali United 1-0 pada lanjutan BRI Super League 2026/2027 di Stadion Segiri Samarinda, Minggu (20/9/2026). Meski menang, Pelatih Borneo FC Mauro Jeronimo menyoroti efisiensi timnya dalam memanfaatkan peluang.

Gol tunggal Pesut Etam dicetak Juan Villa melalui titik penalti pada menit ke-52.

Pelatih asal Portugal itu menilai Borneo FC tampil cukup dominan pada 20 menit awal pertandingan. Pesut Etam mampu menciptakan sejumlah situasi berbahaya, tetapi belum berhasil menyelesaikannya menjadi gol.

“Menurut saya 20 menit awal kita main bagus, kita main sedikit lebih dominan, jujur. Kita ciptakan beberapa situasi yang mungkin kita enggak bisa selesaikan,” kata Mauro seusai pertandingan.

Jalannya pertandingan kemudian berubah setelah kedua tim sama-sama kehilangan satu pemain akibat kartu merah. Menurut Mauro, situasi tersebut turut memengaruhi permainan Borneo FC maupun Bali United.

“Mungkin itu pengaruh sedikit dengan cara permainan kita maupun cara permainan mereka juga,” ujarnya.

Memasuki babak kedua, Mauro melihat anak asuhnya tampil dengan keinginan lebih besar untuk mengamankan kemenangan. Apalagi, Borneo FC sebelumnya mengalami kekalahan di kandang.

Menurutnya, tekanan juga dirasakan Bali United yang berusaha mendapatkan hasil positif. Kondisi tersebut semakin sulit bagi tim tamu setelah kembali kehilangan satu pemain pada babak kedua.

“Di babak kedua sangat berbeda. Kita main, anak-anak mau menang karena kita tahu di pertandingan sebelumnya mereka juga kalah di sini,” tuturnya.

Borneo FC akhirnya mampu memecah kebuntuan melalui penalti Juan Villa pada menit ke-52. Namun, Mauro menilai timnya masih memiliki pekerjaan rumah dalam penyelesaian akhir.

“Kita ada banyak peluang menurut saya yang kita harus lebih efisien ke depannya. Tapi kita harus syukur juga. Kita dapat tiga poin,” katanya.

Mauro juga memberikan apresiasi kepada Bali United yang dinilainya sebagai tim yang solid. Menurutnya, Bali United memiliki keuntungan karena telah bekerja cukup lama dengan pelatih dan staf yang relatif sama.

“Mereka adalah satu tim yang sangat bagus. Sudah kerja selama satu tahun dengan pelatih yang sama, dengan staf yang mereka enggak ada banyak perubahan juga. Jadi, kita harus syukur karena kita dapat tiga poin,” ujarnya.

Kemenangan tersebut sekaligus memberikan waktu bagi Borneo FC untuk melakukan evaluasi sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.

“Kita ada waktu sekarang buat kerja dan kita bisa koreksi hal-hal yang kita butuhkan,” kata Mauro.

Sementara itu, pemain Borneo FC Ruben Lopez mengatakan timnya mampu mengontrol permainan pada awal pertandingan.

“Buat saya juga mungkin di awal pertandingan ini kita bisa kontrol pertandingan,” kata Ruben.

Ruben menilai pertandingan menjadi lebih fisik setelah terjadi insiden kartu merah. Dengan jumlah pemain yang berkurang, ruang permainan menjadi lebih terbuka sehingga kedua tim harus menyesuaikan pendekatan taktikal dan teknikal.

“Sesudah terjadi insiden seperti tadi, buat dua timnya mungkin sedikit lebih fisik karena ruangnya lebih besar, lapangannya lebih besar, anak-anak juga terpengaruh dengan taktikal kita, teknikal kita,” ujarnya.

Ruben tetap mengapresiasi kerja keras seluruh pemain Borneo FC yang mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang.

“Kita harus syukur karena anak-anak kerja dan kita bisa dapat tiga poin. Kita Borneo sangat apresiasi. Kita harus apresiasi kerja keras dari teman-teman yang tadi di lapangan,” tuturnya.

Setelah kemenangan tersebut, Ruben berharap tim dapat memanfaatkan waktu istirahat untuk memulihkan kondisi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi pertandingan selanjutnya.(*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Borneo FC Samarinda