Nol Poin di Tiga Laga Awal Super League, Kursi Pelatih Persijap, PSS, dan Kalteng FC Mulai Panas

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 15:15 WIB
TERANCAM: Pelatih Pieter Huistra belum membawa PSS Sleman meraih kemenangan. (DOK. PSS)
TERANCAM: Pelatih Pieter Huistra belum membawa PSS Sleman meraih kemenangan. (DOK. PSS)

JAKARTA – Kompetisi Super League 2026/2027 baru saja bergulir, namun tekanan berat sudah menghampiri tiga kontestan. Persijap Jepara, PSS Sleman, dan Adhyaksa FC alias Isenmulang Kalteng FC tercatat belum juga memetik satu pun poin hingga pekan ketiga. Performa minor ini tak hanya menjerumuskan ketiganya ke zona degradasi, tetapi juga menempatkan nasib para pelatih di ujung tanduk.

Di kubu Persijap Jepara, nama Mario Lemos menjadi sorotan. Juru taktik asal Portugal yang musim lalu menyelamatkan Laskar Kalinyamat dari degradasi ini sejatinya memulai musim sebagai Direktur Teknik. Namun, pemecatan kilat terhadap Juan Cortes membuat Lemos kembali menduduki kursi pelatih kepala. Sayang, debutnya berujung kekalahan 1-2 dari Persib Bandung pada Minggu (20/9). Meski berada di posisi ke-16, posisi Lemos diprediksi masih aman sementara waktu mengingat ia baru memimpin satu laga. Persijap dijadwalkan menjajal kekuatan Bali United pada Sabtu (10/10) mendatang.

Situasi tak kalah kritis melanda PSS Sleman di bawah komando Pieter Huistra. Pelatih yang sukses membawa Super Elja promosi ke kasta tertinggi ini gagal mempertahankan konsistensi. Tiga kekalahan beruntun—1-2 dari Bali United, 1-3 dari Madura United, dan 1-2 di markas Dewa United—membuat PSS terbenam di urutan ke-17. Tekanan dari para suporter kian memuncak. Ujian berat telah menanti eks pelatih Borneo FC tersebut saat PSS bertandang ke markas PSM Makassar pada Minggu (11/10). Kekalahan di laga itu diyakini bakal memicu evaluasi mendasar dari manajemen.

Sementara itu, nasib paling terancam dialami oleh Mundari Karya di Isenmulang Kalteng FC. Sebagai satu-satunya pelatih lokal di Super League musim ini, Mundari belum mampu mengangkat performa tim promosi tersebut. Laskar Tambun Bungai menjadi tim dengan pertahanan terburuk setelah kebobolan 10 gol dalam tiga laga—kalah dari Arema FC (1-4), Bali United (1-4), dan Bhayangkara FC (0-2). Terhenyak di dasar klasemen dengan torehan minus dua poin akibat sanksi Club Licensing, nasib Mundari Karya akan dipertaruhkan saat timnya menantang Persebaya Surabaya pada Jumat (9/10).(*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
pss sleman