Rahmat Arjuna dan Rifad Marasabessy Akhirnya Berdamai Usai Kena Kartu Merah

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 06:00 WIB
Rifad Marasabessy dan Rahmat Arjuna saat adu pukul ketika Borneo FC bertemu Bali United di Stadion Segiri, Samarinda, Senin lalu. (KPG.)
Rifad Marasabessy dan Rahmat Arjuna saat adu pukul ketika Borneo FC bertemu Bali United di Stadion Segiri, Samarinda, Senin lalu. (KPG.)

SAMARINDA – Ketegangan yang sempat meluap dalam laga sengit antara Borneo FC dan Bali United di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu (20/9/2026) lalu akhirnya mendingin. Dua pemain yang sempat diganjar kartu merah akibat terlibat keributan di lapangan, Rahmat Arjuna dan Rifad Marasabessy, sepakat untuk saling meminta maaf dan menyelesaikan kesalahpahaman di antara mereka.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Rahmat Arjuna membeberkan kronologi insiden yang memicu emosinya saat beradu cepat dengan Rifad. Pemain Bali United berusia 22 tahun tersebut secara terbuka mengutarakan penyesalannya dan tidak membenarkan aksi balasan yang dilakukannya.

"Saya ingin sedikit klarifikasi atas kejadian saya dengan kaka Rifad di match kemarin, ketika saya dan kaka Rifad beradu sprint ada sedikit cakaran ke saya dan di saat setelah itu juga saya refleks membalas dan saya menyesal dengan sikap saya dan saya tidak membenarkan sikap saya atas kejadian tersebut," tulis Rahmat.

Rahmat juga membagikan tangkapan layar pesan pribadi (direct message) yang ia kirimkan kepada bek Borneo FC tersebut. Dalam pesan itu, Rahmat menjelaskan bahwa lehernya sempat berdarah akibat gesekan tangan saat adu sprint. Meski demikian, ia menyadari tindakannya memukul Rifad secara refleks merupakan bentuk ketidakprofesionalan yang sangat ia sesali.

"Saya sudah meminta maaf langsung begitu juga dengan kaka Rifad sudah memaafkan dan meminta maaf atas kejadian tersebut dan semoga kita bisa sama-sama belajar dengan kejadian kemarin," tambahnya.

Merespons iktikad baik tersebut, Rifad Marasabessy menyambutnya dengan hangat. Pemain bertahan Borneo FC itu turut menyampaikan permohonan maaf dan mengaku bertindak reaktif karena mengira Rahmat sengaja memukul bagian belakang kepalanya.

"Ade kaka juga mohon maaf atas tindakan kaka ee. Kaka tidak sangka sampe bisa terjadi hal seperti ini. Kemarin tu kaka respon karena Kaka pikir Ade pukul kaka dari belakang kepala to. Semoga dengan kejadian ini jadi cerminan dan pembelajaran para Kaka deng Ade. Maaf sekali lagi atas tindakan kemarin Ade sayang," balas Rifad dalam pesan singkatnya.

Sikap dewasa yang ditunjukkan kedua pemain ini menjadi bukti bahwa rivalitas sengit hanya berlangsung selama 90 menit di atas rumput hijau. Momen saling maaf ini sekaligus memberikan contoh positif bagi para pencinta sepak bola nasional. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Borneo FC Samarinda