SAMARINDA – Perjalanan Borneo FC musim ini bisa dikatakan sangat kontras dibandingkan performa impresif mereka musim lalu di kompetisi Super League. Jika musim lalu Pesut Etam mampu mencatatkan streak 11 kemenangan berturut-turut—baik di laga kandang maupun tandang—musim ini grafik performa mereka justru merosot tajam.
Dari lima matchday yang telah dilakoni, Borneo FC sudah menelan tiga kekalahan. Dua di antaranya bahkan terjadi di markas sendiri, yakni saat ditumbangkan Persija Jakarta (0-1) dan Dewa United (1-3). Sementara dua kemenangan sejauh ini didapat saat bertandang ke markas Persijap Jepara (1-0) serta kemenangan tipis 1-0 atas Bali United di Stadion Segiri.
Teranyar, pada Minggu (11/10/2026) sore di Stadion Jatidiri, Semarang, Borneo FC harus menelan kekalahan tandang perdana mereka musim ini usai menyerah 1-2 dari tuan rumah Java United.
Borneo FC sebenarnya sempat tertinggal lebih dulu di awal babak kedua lewat gol mantan pemain mereka sendiri, Kaio Nunez. Pesut Etam sempat merespons dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui sontekan Marcos Astina yang memanfaatkan umpan silang akurat dari Arthur Maura.
Namun, petaka datang menjelang akhir laga. Eksekusi tendangan bebas terukur dari Lukas Brambila saat pertandingan tersisa 10 menit menjadi pembeda sekaligus memastikan kemenangan Java United.
Usai laga, pelatih Borneo FC, Mauro Jeronimo, menilai anak asuhnya sebenarnya tampil cukup baik secara permainan, meski ia amat kecewa dengan hasil akhirnya. "Kita bisa lihat sendiri kami sudah bermain bagus. Salah satu masalah kami adalah kurangnya waktu latihan setelah pertandingan melawan Buriram. Kami hanya punya satu kesempatan latihan," ujar Mauro.
Mauro juga menyoroti sejumlah peluang emas yang gagal dimaksimalkan oleh Moussa Diarra dan kawan-kawan. "Ya, inilah sepak bola. Kami punya peluang bagus untuk mencetak lebih dari satu gol, tetapi kami tidak bisa memanfaatkannya," sambungnya.
Senada dengan sang pelatih, Marcos Astina juga mengakui timnya tampil maksimal namun tidak efisien di depan gawang lawan. "Seperti apa kata pelatih, Java United berhasil memenangkan pertandingan. Mereka mencetak dua gol, sementara kami hanya satu, dan kami harus menerima hasil ini," tegas Astina.
Hasil minus ini memaksa Borneo FC terlempar dari posisi 10 besar papan klasemen sementara. Mereka kini tertahan di peringkat ke-11 dengan raihan 6 poin dari lima laga.
Borneo FC harus segera bangkit dan mengalihkan fokus. Pekan depan, mereka akan berlaga di ajang AFC Challenge League di Grup D. Bertindak sebagai tuan rumah, Borneo FC dijadwalkan menantang Yangon United pada laga perdana yang digelar 18 Oktober 2026 pukul 20.00 WITA. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co