JAKARTA-Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi mengakhiri kontrak dengan pelatih Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia. Federasi juga melepas tim kepelatihannya yang berasal dari Belanda.
Pengumuman pengakhiran kerja sama PSSI dan Patrick Kluivert diumumkan melalui laman resmi federasi, Kamis (16/10). Disebutkan pemutusan kontrak tim kepelatihan berdasarkan kesepakatan bersama.
"Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Tim Kepelatihan Tim Nasional Indonesia secara resmi menyepakati pengakhiran kerja sama lebih awal melalui mekanisme mutual termination," demikian pernyataan resmi PSSI.
Sejatinya memang rekor kepelatihan Patrick Kluivert bersama Timnas Indonesia tidak ada yang istimewa. Kluivert melatih timnas sejak awal 2025. Dari 8 laga timnas, Patrick Kluivert hanya bisa memenangkan 3 laga, 4 diantaranya kalah dan 1 laga berakhir seri. Atau dengan presentase kemenangan hanya 37,5 persen. Timnas saat dilatih Kluivert memasukkan 11 gol dengan kebobolan 15 gol.
Pertandingan Penting:
Kualifikasi Piala Dunia 2026 (Putaran Ketiga):
Kekalahan telak 1-5 dari Australia.
Kemenangan tipis 1-0 atas Bahrain.
Kemenangan tipis 1-0 atas China, yang mengunci tiket lolos ke putaran keempat.
Kekalahan telak 0-6 dari Jepang.
Kualifikasi Piala Dunia 2026 (Putaran Keempat):
Kekalahan 2-3 dari Arab Saudi.
Kekalahan 0-1 dari Irak.
Di bawah kepemimpinan Kluivert, Timnas Indonesia sempat menunjukkan kebangkitan dengan dua kemenangan penting melawan Bahrain dan China yang memastikan kelolosan ke putaran keempat. Namun, skuad Garuda juga mendapat sorotan tajam setelah mengalami dua kekalahan telak dari tim kuat seperti Australia dan Jepang.
Target yang Tidak Tercapai
Kluivert ditargetkan oleh PSSI untuk memimpin Indonesia lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Namun, target ini gagal tercapai setelah Indonesia menelan kekalahan di putaran keempat Kualifikasi Zona Asia. Secara taktis, Kluivert dikenal sering melakukan rotasi pemain (total menggunakan 32 pemain) dan tidak memiliki pakem formasi yang tetap, bergantian menggunakan skema empat bek dan tiga bek dalam delapan pertandingan tersebut. (*)
Editor : Indra Zakaria