Gelandang Arsenal, Kai Havertz menegaskan bahwa dia merasa ‘sangat nyaman’ di Emirates setelah masa sulit dalam adaptasi dengan peran barunya.
Performa pemain Timnas Jerman ini dianggap angin-anginan selama tiga tahun di Chelsea. Sebab, ia telah banyak dicoba dalam beberapa posisi, namun sering ditempatkan sebagai ‘false nine’ di The Blues, dan hasilnya kurang maksimal.
Meski Havertz menjadi pahlawan saat ia mencetak gol kemenangan di final Liga Champions 2020/2021 saat menghadapi Manchester City, catatan golnya tidak pernah lebih dari delapan gol dalam satu musim Liga Inggris.
Banyak orang terkejut ketika Arsenal berani mengeluarkan £65 juta untuk membajaknya dari Chelsea di awal musim ini.
Namun, Mikel Arteta memiliki keyakinannya bahwa pemain berusia 24 tahun itu dapat mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh keluarnya Granit Xhaka ke Leverkusen.
Havertz menjadi langganan mengisi starting line-up, bersama Martin Odegaard dan Declan Rice di lini tengah.
Periode awal Havertz di Arsenal berjalan cukup sulit, hingga pada pertandingannya yang ke-10 untuk klub, ia langsung menyumbang gol, meski melalui penalti dalam kemenangan 4-0 atas Bournemouth.
Meski begitu, Arteta berulang kali mendesak Gooners, untuk tetap percaya pada mantan pemain Bayer Leverkusen itu. Hingga ia mampu perlahan bangkit,dan kini sudah mencetak lima gol di semua kompetisi musim ini.
Ia mengawali periode gemilangnya saat mengantongi tiga gol dalam lima pertandingan Liga Inggris dari 25 November hingga 17 Desember 2023. Terbaru, ia bermain penuh dalam laga kontra Liverpool yang dimenangkan Arsenal dengan skor 3-1, meski gagal mencetak gol atau assist.
“Sebelumnya, saya hanya fokus pada menyerang, namun bertahan juga merupakan bagian penting dalam permainan dan saya tahu itu, jadi saya telah banyak belajar,” kata Havertz kepada Sky Sports News.
“Kami (Havertz, Odegaard, dan Rice) semua masih muda, saya pikir kami berada di usia yang sama. Sungguh menakjubkan bermain dengan mereka,” kata Havertz tentang duetnya bersama Odegaard dan Rice.
“Mereka berdua adalah pemain top dan kami masih beradaptasi satu sama lain. Ini baru lima bulan, bahwa kita sudah saling mengenal. Semoga kami memiliki masa depan yang besar,” lanjutnya.
Sebagai seorang pemain, Havertz mengaku selalu ingin memberikan yang terbaik untuk tim yang ia bela. “Saya ingin mencetak gol, saya ingin memberikan assist, sebab itu hal terbaik yang dapat Anda lakukan, jadi saya mencoba yang terbaik di setiap pertandingan untuk itu,” katanya.
Ia juga melanjutkan, bahwa adaptasinya di London Utara kini berangsur membaik, dan merasa bahagia bersama teman-temannya.
“Saya pikir saya beradaptasi dengan sangat baik dan saya senang berada bersama rekan-rekan saya di tim. Sangat menyenangkan di ruang ganti dan di lapangan, ini adalah kerja keras yang menyenangkan. Itu membuat saya bahagia," tutup Kai.
Kemenangan yang diraih Arsenal atas Liverpool, membuat The Gunners terpaut dua poin dari anak asuh Jurgen Klopp di klasemen, meskipun Manchester City juga berada di atas pasukan Arteta karena selisih gol dengan satu pertandingan tersisa.
Raksasa London Utara bertandang ke rival ibu kota West Ham United, dalam lanjutan Liga Inggris pada hari Minggu (11/2) pukul 21.00 WIB.***
Editor : Indra Zakaria