Belanda memulai persiapan terakhir mereka untuk Euro 2024 dengan menjajal Kanada, Jumat (7/6) dini hari Wita. Skuad De Oranje bertekad mengembalikan momentum setelah takluk dari Jerman di laga terakhir.
Prokal.co, ROTTERDAM - Pergantian tahun dijalani Belanda dengan sangat bagus. Mereka mencatatkan empat kemenangan beruntun atas Yunani, Republik Irlandia, Gibraltar, dan Skotlandia.
Bukan sekadar menang, mereka juga menunjukkan performa hebat. Di empat laga itu, mereka mencetak 12 gol dan tanpa kebobolan sekali pun. Akan tetapi, kekalahan 2-1 dari Jerman mengakhiri momentum bagus yang coba mereka bangun sebelum bertarung di Piala Eropa 2024. Makanya, mereka kini perlu mendapatkan hasil-hasil positif lagi untuk meningkatkan moral sebelum terbang ke Jerman.
Membangun kepercayaan diri sangat dibutuhkan pasukan Ronald Koeman mengingat mereka berada di grup sulit. Tergabung di grup D, Belanda akan bersaing dengan Prancis, Polandia, serta Austria.
Pelatih Belanda, Ronald Koeman sudah memilih 26 pemain untuk skuat resminya, beberapa hari lalu. Termasuk gelandang Barcelona Frenkie de Jong dan striker Atletico Madrid Memphis Depay.
Keduanya sebenarnya baru pulih dari cedera. Tapi Koeman memperkirakan mereka bisa pulih dan fit tepat waktu untuk pertandingan pertama grup D melawan Polandia pada 16 Juni di Hamburg.
Depay total sudah mencetak 44 gol untuk De Oranje atau hanya terpaut enam gol dari rekor sepanjang masa Robin van Persie. Makanya, Koeman percaya mereka membutuhkan Depay.
Sementara De Jong, pergerakan cepat dari lini tengah dan umpan-umpan akuratnya membuat Koeman tidak bisa mengabaikannya. “Semuanya berjalan baik,” kata Koeman terkait kondisi De Jong dikutip dari TNS.
Untuk laga kontra Kanada, playmaker Barcelona itu mungkin belum siap berada di bench. Sementara Depay, ia tampaknya cukup siap untuk memimpin barisan penyerang juara Piala Eropa 1988 itu.
Mantan penyerang Barca dan Manchester United itu bahkan menunjukkan sikap cukup ambisius sejak bergabung di kamp. Ia menegaskan, Belanda saat ini lebih siap menghadapi Piala Eropa.
“Kami kini punya lebih banyak pengalaman di turnamen final dan saya pikir kami harus menunjukkannya saat itu penting. Saya ingin memenangkan Piala Eropa. Itu sebabnya kami berkumpul di sini,” tegas Depay di NOS.
Di kubu Kanada yang mempersiapkan diri untuk Copa America 2024, pertandingan ini tak kalah vital bagi mereka.
Khususnya karena laga ini akan menjadi debut pelatih Jesse Marsch.
Marsch sendiri langsung mendapat tugas mahasulit. Setelah menghadapi Belanda, timnya akan menantang Prancis sebelum berhadapan dengan Argentina di laga pembuka Copa America, 20 Juni mendatang.
“Jika saya menjalani pramusim dengan tim klub, kami akan menjadwalkan satu atau dua pertandingan pertama melawan lawan di tempat yang lebih mudah, di mana kami bisa sukses. Sungguh tantangan yang sangat besar,” katanya dikutip dari The Japan Times.
Meski dipaksa menghadapi awal yang sibuk dalam masa jabatannya, ia memastik
an timnya siap. “Ini merupakan kerja keras dan banyak diskusi, namun semuanya sangat baik,” tegasnya.
Marsch tidak melakukan perubahan drastis dari skuad pendahulunya. Ia masih tetap mengandalkan nama-nama seperti bek sayap Bayern Munchen Alphonso Davies, penyerang Lille Jonathan David, hingga gelandang Porto Stephen Eustaquio.
Kedua negara sebelumnya bertemu dalam laga persahabatan pada 1994. Saat itu, Belanda berhasil mengalahkan Kanada dengan skor 3-0 di Toronto.(amr/jpg/er)
Editor : Indra Zakaria