Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

"Senegal Tidak Setuju!" Pape Thiaw Tolak Rencana Pensiun Sadio Mane dari Tim Nasional

Redaksi Prokal • 2026-01-20 12:45:00
Bintang sepak bola Senegal Sadio Mane. (ig @afcon2025official)
Bintang sepak bola Senegal Sadio Mane. (ig @afcon2025official)

 

RABAT – Kabar rencana pensiunnya Sadio Mane dari panggung internasional memicu "pemberontakan" kecil di internal Timnas Senegal. Pelatih kepala Lions of Teranga, Pape Thiaw, secara terbuka menyatakan keberatannya dan menegaskan bahwa seluruh rakyat Senegal belum siap kehilangan sang legenda hidup.

Mane, yang kini masih menunjukkan performa kelas dunia di Piala Afrika 2025 dengan torehan tiga assist dan dua gol, sebelumnya mengisyaratkan bahwa turnamen tahun ini akan menjadi AFCON terakhirnya. Meskipun ia berkomitmen tetap tampil di Piala Dunia 2026 akhir tahun ini, Thiaw berharap Mane terus bertahan lebih lama lagi.

"Negara ini tidak setuju dengan keputusan itu, dan saya juga tidak setuju," ujar Pape Thiaw dengan nada emosional kepada ESPN, Selasa (20/1/2026). "Sadio bukan hanya milik dirinya sendiri; dia milik rakyat Senegal. Kami ingin mempertahankannya selama mungkin."

Bagi Thiaw, mantan bintang Liverpool itu bukan sekadar pemain dengan kemampuan teknis mumpuni, melainkan simbol moral bagi tim. "Dia memberi pelajaran tentang kerendahan hati dan dedikasi. Dia telah mengorbankan segalanya untuk bintang pertama kami di AFCON dan kelolosan ke Piala Dunia. Jika saya harus menandatangani surat izin pensiunnya, saya akan katakan tidak!" tegasnya.

Pernyataan senada datang dari bek Senegal, Moussa Niakhate. Ia menilai jasa Mane bagi sepak bola Afrika terlalu besar untuk diringkas dalam kata-kata. Sejak debut pada 2012, Mane memang menjadi poros kebangkitan Senegal, memimpin mereka ke final Piala Afrika 2019, menjuarainya pada 2022, hingga membawa negara tersebut lolos ke tiga edisi Piala Dunia berturut-turut.

Dengan statusnya sebagai dua kali Pemain Terbaik Afrika, Mane kini berada di persimpangan jalan. Antara keinginan pribadinya untuk menutup lembaran panjang karier internasional atau memenuhi desakan jutaan rakyat Senegal yang masih ingin melihat aksi "Singa Teranga" nomor 10 itu di lapangan hijau.(*)

Editor : Indra Zakaria