PROKAL.CO- Kabar membanggakan datang dari panggung sepak bola Eropa. Penjaga gawang andalan Timnas Indonesia, Maarten Paes, resmi diumumkan sebagai rekrutan anyar raksasa Belanda, Ajax Amsterdam, pada bursa transfer musim dingin 2026. Kepindahan ini menandai kembalinya Paes ke tanah kelahirannya setelah mencatatkan karier gemilang di Major League Soccer (MLS) bersama FC Dallas.
Berdasarkan laporan pakar transfer Fabrizio Romano, pemain berusia 27 tahun ini diikat kontrak permanen berdurasi tiga tahun hingga Juni 2029. Meski datang dengan reputasi besar sebagai kiper utama FC Dallas dan pahlawan baru Skuad Garuda, Paes dipastikan tidak akan mendapatkan karpet merah menuju posisi inti di Johan Cruyff Arena. Ia harus siap berjibaku memenangkan persaingan di bawah mistar gawang De Godenzonen.
Saat ini, Ajax tercatat memiliki empat kiper, namun persaingan nyata bagi Paes ada pada sosok Vitezslav Jaros dan kiper veteran Remko Pasveer. Jaros, yang merupakan pinjaman dari Liverpool, saat ini menjadi pilihan utama pelatih dengan catatan 22 penampilan musim ini. Namun, masa tinggal Jaros yang akan berakhir di pengujung musim menjadi celah besar yang bisa dimanfaatkan Paes untuk mengambil alih status nomor satu di masa depan.
Sementara itu, Remko Pasveer yang kini telah menginjak usia 42 tahun diperkirakan akan segera gantung sarung tangan. Dengan kondisi tersebut, kedatangan Paes dinilai sebagai langkah strategis manajemen Ajax dalam melakukan regenerasi posisi penjaga gawang. Modal 128 penampilan di Amerika Serikat menjadi bukti kematangan Paes yang sangat dibutuhkan klub elite sekelas Ajax.
Agen Paes, Boy Kuijpers dari SEG, kini tengah mengatur jadwal tes medis sebelum sang pemain resmi diperkenalkan ke publik Amsterdam. Jika berhasil membuktikan kualitasnya dan mengunci posisi utama musim depan, Paes akan mencetak sejarah sebagai kiper Timnas Indonesia pertama yang menjadi pilar inti di klub raksasa Eropa dengan tradisi juara Liga Champions.
Bagi Maarten Paes, berseragam Ajax Amsterdam adalah pencapaian luar biasa, namun tantangan sesungguhnya adalah membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar pelapis, melainkan tembok baru yang siap membawa Ajax kembali ke puncak kejayaan Eredivisie.(*)
Editor : Indra Zakaria