Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Skandal Rasisme di Lisbon: Kylian Mbappé Ungkap Prestianni Lontarkan Hinaan Rasis Lima Kali ke Vinícius Júnior

Indra Zakaria • 2026-02-18 12:20:00
Gianluca Prestianni (merah) lontarkan hinaan rasis kepada Vini Jr.
Gianluca Prestianni (merah) lontarkan hinaan rasis kepada Vini Jr.

PROKAL.CO- Kemenangan Real Madrid atas Benfica di Stadion Da Luz harus ternoda oleh insiden memuakkan di dalam lapangan. Penyerang Madrid, Kylian Mbappé, memberikan kesaksian mengejutkan mengenai tindakan rasis yang dilakukan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, terhadap rekan setimnya, Vinícius Júnior. Menurut Mbappé, Prestianni kedapatan melontarkan hinaan rasial berupa sebutan "monyet" sebanyak lima kali tepat setelah Vinícius mencetak gol kemenangan.

Mbappé mengungkapkan bahwa ia melihat kejadian tersebut dengan sangat jelas meski Prestianni mencoba menyembunyikan aksinya. Pemain asal Prancis itu menjelaskan bahwa pelaku sempat menutupi mulut dengan tangan agar tidak tertangkap kamera atau terlihat wasit, namun reaksi wajah dan perilaku agresif Prestianni setelah insiden tersebut tidak dapat berbohong. Kesaksian Mbappé ini menjadi sorotan utama mengingat pertandingan sempat terhenti cukup lama menyusul keputusan Vinícius untuk mengaktifkan protokol anti-rasisme di tengah laga.

Menanggapi insiden tersebut, Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) langsung mengeluarkan pernyataan resmi untuk memberikan dukungan penuh kepada bintang mereka. CBF menyatakan solidaritasnya kepada Vinícius Júnior yang kembali menjadi korban tindakan rasisme di tanah Eropa. Dalam pernyataannya, CBF menegaskan bahwa rasisme adalah sebuah kejahatan yang tidak dapat diterima, baik di dalam sepak bola maupun di lingkungan manapun, dan menegaskan kepada Vinícius bahwa ia tidak berjuang sendirian.

Pihak federasi juga memuji langkah berani Vinícius yang secara tegas mengaktifkan protokol diskriminasi saat laga masih berlangsung. Keputusan tersebut dinilai sebagai contoh keberanian dan martabat seorang atlet dalam menghadapi tekanan mental yang luar biasa. CBF berkomitmen untuk terus berdiri di sisi Vinícius dan tetap teguh dalam perjuangan melawan segala bentuk diskriminasi di dunia olahraga selamanya.

Hingga saat ini, publik sepak bola dunia menunggu langkah tegas dari UEFA terkait laporan rasisme yang melibatkan Prestianni tersebut. Insiden ini menambah panjang daftar kasus diskriminasi yang dialami Vinícius Júnior, sekaligus memicu gelombang dukungan global agar otoritas sepak bola memberikan sanksi yang jauh lebih berat bagi para pelaku rasisme di lapangan hijau. (*)

Editor : Indra Zakaria