Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Gara-Gara Perubahan Regulasi, KOI Layangkan Protes Keras ke OCA Terkait Nasib Timnas di Asian Games 2026

Redaksi Prokal • 2026-02-21 11:20:00

Logo Asian Games
Logo Asian Games

JAKARTA — Komite Olimpiade Indonesia (KOI) secara resmi melayangkan protes kepada Badan Olimpiade Asia (OCA) menyusul adanya perubahan regulasi yang mengancam partisipasi Tim Nasional Sepak Bola Indonesia di Asian Games 2026 Jepang. Kebijakan baru tersebut dinilai mendadak dan sangat merugikan posisi Indonesia.

Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat hak bertanding Skuad Garuda dikebiri oleh aturan yang tidak biasa. Protes ini dipicu oleh kesepakatan antara Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan OCA yang menetapkan bahwa peserta cabang olahraga sepak bola di Asian Games 2026 hanya diambil dari 16 tim kontestan Piala Asia U-23.

Oktohari menilai proses pemeringkatan tanpa jalur kualifikasi terbuka ini adalah preseden buruk dalam ajang multievent sebesar Asian Games. Menurutnya, biasanya seluruh negara memiliki kesempatan yang sama untuk memperebutkan tiket melalui babak kualifikasi yang adil, bukan sekadar berdasarkan status peserta turnamen lain.

"Apakah kebijakan ini karena ketidakmampuan Nagoya sebagai tuan rumah, itu hal lain. Tetapi sosialisasi itu harus sampai dan harus adil. Tuan rumah tidak boleh semena-semena," tegas Oktohari di Jakarta, Jumat (20/2).

Masalah utama yang disoroti KOI adalah kurangnya sosialisasi terkait perubahan kebijakan tersebut kepada para pemangku kepentingan di Indonesia. Oktohari mengaku telah mengomunikasikan keberatan ini secara langsung kepada Presiden OCA, Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah, dengan harapan ada peninjauan ulang terhadap regulasi yang sedang digodok.

KOI berjanji akan terus menyuarakan keadilan bagi sepak bola Indonesia, mengingat cabang olahraga ini memiliki basis penggemar terbesar dan dampak emosional yang kuat bagi masyarakat. Bagi Indonesia, berpartisipasi di Asian Games bukan sekadar soal kompetisi, melainkan hak untuk bersaing di panggung tertinggi Asia yang tidak boleh diputus oleh regulasi sepihak tanpa transparansi.

Editor : Indra Zakaria