Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Lelah Dihujat Fans Sendiri, Philippe Coutinho Putuskan Akhiri Kontrak dengan Vasco da Gama Demi Kesehatan Mental

Redaksi Prokal • 2026-02-22 10:38:42

Philippe Coutinho
Philippe Coutinho

 

 

RIO DE JANEIRO – Tekanan besar yang menyertai status sebagai bintang dunia rupanya menjadi beban yang terlalu berat bagi Philippe Coutinho. Mantan gelandang serang yang pernah bersinar di klub-klub elite Eropa seperti Liverpool, Barcelona, dan Bayern Munchen ini, secara mengejutkan meminta kontraknya di Vasco da Gama segera diakhiri. Keputusan besar ini diambil di tengah merosotnya performa sang pemain dalam dua tahun terakhir di kompetisi Campeonato Brasileiro Serie A.

Sebagai pemain dengan rekam jejak mentereng di panggung internasional, ekspektasi tinggi selalu membayangi setiap langkah Coutinho sejak kembali ke tanah kelahirannya. Namun, realita di lapangan tidak selalu berjalan mulus. Penampilan yang dianggap jeblok membuat gelandang berusia 33 tahun tersebut menjadi sasaran empuk kritik tajam hingga hujatan dari para penggemar. Tekanan konstan inilah yang perlahan mulai mengikis kesehatan mental mantan pemain Inter Milan dan Aston Villa tersebut.

Melalui unggahan emosional di akun Instagram pribadinya, Coutinho secara terbuka mengungkapkan kondisi batinnya yang selama ini tersembunyi. Ia mengakui bahwa selama ini ia adalah sosok yang tertutup, namun situasi saat ini memaksanya untuk bersikap jujur kepada publik dan dirinya sendiri. Kelelahan mental yang luar biasa menjadi alasan utama di balik keputusannya untuk mundur lebih awal dari durasi kontrak yang seharusnya berakhir pada pertengahan tahun.

Dengan berat hati, pemain yang pernah menjadi salah satu gelandang termahal dunia ini menyatakan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat baginya untuk menepi. Keputusan untuk mengakhiri kerja sama dengan Vasco da Gama dianggap sebagai langkah penyelamatan bagi kesejahteraan jiwanya yang telah terkuras oleh ekspektasi dan sentimen negatif dari tribun penonton.

Langkah berani Coutinho ini pun menjadi sorotan luas di dunia sepak bola, sekaligus mengingatkan kembali betapa rapuhnya sisi manusiawi seorang atlet di balik kemilau prestasi dan popularitas. Kini, sang maestro lapangan tengah itu memilih untuk memprioritaskan ketenangan diri di atas karier profesionalnya di lapangan hijau. (*)

Editor : Indra Zakaria